Ketika Banyak Kampus Beken di AS Gaungkan “Palestina Merdeka” saat Acara Wisuda

Demi mahasiswa Amerika yang mendukung Palestina. FOTO: Reuters
  1. Virginia Commonwealth University

Virginia Commonwealth University (VCU) adalah universitas negeri di pusat kota Richmond, Virginia. Universitas yang didirikan pada tahun 1893 ini memiliki sekitar 32.000 mahasiswa. Punya dua kampus utama di Richmond yaitu Monroe Park Campus dan Medical College of Virginia Campus.

Puluhan mahasiswa di VCU keluar dari upacara wisuda pada Sabtu (11/5/2024), sebagai aksi protes dan bentuk pro-Palestina.

Postingan media sosial pada Sabtu (11/5/2024) menunjukkan mahasiswa yang mengenakan toga meninggalkan ruangan saat Gubernur Negara Bagian dari Partai Republik Glenn Youngkin memulai pidato wisuda.

Bacaan Lainnya

Beberapa mahasiswa mengkritik pemilihan Youngkin sebagai pembicara tahun itu, terutama karena penolakannya terhadap persyaratan literasi rasial yang dipertimbangkan oleh VCU.

Banyak pelajar pengunjuk rasa di AS menuntut agar kampus mereka, yang sebagian besar memiliki dana abadi dalam jumlah besar, memutuskan hubungan finansial dengan Israel.

Tiga belas orang, termasuk enam mahasiswa, ditangkap di VCU ketika perkemahan di sana dibersihkan oleh polisi pada tanggal 29 April lalu.

  1. Universitas California Barkeley

Universitas California (UC), Berkeley, merupakan sebuah universitas riset publik di AS di kota Berkeley. Universitas ini didirikan pada tahun 1868, dan merupakan salah satu dari sepuluh universitas riset yang berafiliasi dengan sistem Universitas California.

Berkeley memiliki lebih dari 40.000 mahasiswa, dalam perkiraan sekitar 350 program sarjana dan program pascasarjana yang mencakup berbagai bidang ilmu.

Pada upacara wisuda UC Berkeley, Sabtu (11/5/2024), sekitar 20 mahasiswa berdiri dan mulai mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan, “Bebaskan Palestina” seperti yang terjadi pada acara wisuda lainnya.

Menurut laporan San Francisco Chronicle, para mahasiswa itu akhirnya dikawal ke luar. Tidak ada protes tandingan yang besar, namun sebagian penonton menyuarakan kekecewaan mereka.

“Saya merasa mereka merusak acara wisuda ini, padahal kami telah membayar tiket dan datang untuk menunjukkan rasa bangga kami pada para lulusan,” kata Annie Ramos, orang tua seorang mahasiswa UC. “Ada waktu dan tempat, dan upacara wisuda bukan tempatnya,” katanya.

Protes di kampus tersebut telah menyebabkan beberapa upacara wisuda dibatalkan. Pihak kampus akhirnya membatalkan wisuda dan memilih perayaan yang lebih kecil untuk fokus menjaga keselamatan mahasiswa.

Pos terkait