Begini Penjelasan Shalat Tarawih Formasi 4-4-3 Atau 2-2-2-2-2-1, Pilih yang Mana?

Ilustrasi pelaksanaan Shalat Tarawih. (Canva)

Menurut dia, Muhammadiyah memilih mengikuti tata cara yang dilakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam yakni Shalat Tarawih dengan dua macam pilihan cara, Yakni.

Formasi Shalat Tarawih 4-4-3

Pertama, Muhammadiyah menggunakan formasi 4-4-3 berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang berbunyi, “Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan shalat sunah pada Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau shalat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat (witir).”

Bacaan Lainnya

“Rakaat pertama witir baca Surat Al-A’la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga baca Al-Ikhlas. Atau bisa tiga qul itu (Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas),” jelas Agus.

Formasi Tarawih 2-2-2-2-2-1

Pilihan kedua, Muhammadiyah menggunakan formasi 2-2-2-2-2 ditambah satu witir berdasarkan hadis riwayat Muslim dari sahabat Ibn Abbas yang berbunyi,

“Aku berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah shalat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah shalat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan shalat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan shalat subuh.”

“Nah karena Muhammadiyah memperbandingkan hadis-hadis itu, maka pilihan yang dipilih oleh Tarjih Muhammadiyah adalah dua tadi. Jadi warga Muhammadiyah bisa memilih salah satu dari dua tadi karena itu tanawu’ ibadah. Pilihan dalam ibadah,” ungkap Agus.

Pelaksanaan Shalat Tarawih

Karena shalat tarawih adalah sama dengan ibadah shalat malam, shalat tarawih boleh dikerjakan di awal waktu setelah ibadah shalat Isya’ atau di tengah malam. “Waktu shalat tarawih itu mulai bada Isya’ sampai munculnya fajar. Ada yang dikerjakan awal waktu yaitu bada Isya, boleh saja itu namanya shalat malam dikerjakan di malam hari. Hukumnya boleh saja,” jelas Agus.

Demikian penjelasan formasi shalat tarawih. Formasi 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1, kamu pilih yang mana?◼︎

 

Pos terkait