Apa Saja Gejala Kecanduan ‘Scrolling’ TikTok?
- Menghabiskan waktu berlebihan di aplikasi
Pengguna sering kali menghabiskan berjam-jam scrolling video di TikTok, tanpa menyadari waktu yang berlalu. Jika aktivitas mengecek TikTok menjadi prioritas utama dan menggeser aktivitas penting lainnya, seperti bekerja, belajar, atau menjalankan hobi, ini merupakan tanda peringatan serius.
Ketergantungan ini bisa membuat pengguna lupa waktu, sehingga banyak tugas atau tanggung jawab terbengkalai. Kebiasaan memeriksa notifikasi secara terus-menerus.
- Obsesi terhadap notifikasi
Obsesi ini bisa memicu perilaku kompulsif, di mana pengguna terus-menerus memeriksa pembaruan yang masuk.
Ketika notifikasi tidak bertambah, beberapa pengguna merasa cemas atau tidak nyaman.
Kebiasaan ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, mengalihkan perhatian dari hal-hal penting, dan membuat seseorang terlalu bergantung pada respons dari media sosial untuk mengukur kepuasan diri.
- Mengabaikan aktivitas lainnya
Jika penggunaan TikTok menyebabkan pengabaian terhadap tanggung jawab, seperti tugas sekolah, pekerjaan, olahraga, atau interaksi sosial, hal ini menandakan kecanduan.
Pengguna mungkin lebih memilih waktu di TikTok daripada melakukan aktivitas penting yang mendukung perkembangan pribadi atau kesehatan fisik dan mental mereka.

- Sulit berhenti menonton
Rasa ingin terus menonton video, bahkan saat tidak diperlukan atau sudah berencana untuk berhenti, adalah tanda kecanduan yang jelas.
Pengguna merasa terdorong untuk terus scrolling, meskipun mereka menyadari ada hal lain yang seharusnya mereka lakukan.
- TikTok sebagai pelarian
Banyak orang yang menggunakan TikTok sebagai cara untuk melupakan masalah pribadi atau mengatasi stres.
Jika penggunaan aplikasi ini menjadi mekanisme utama untuk mengatasi emosi negatif atau kebosanan, ini bisa menjadi tanda kecanduan.***




