Waspada Fatty Liver, Penyakit yang Sering Datang Tanpa Gejala dan Bisa Berujung Sirosis

Fatty Liver
Ilustrasi fatty Liver. - Health Harvard

Namun, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Mudah lelah dan tubuh terasa lemas.
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di perut bagian kanan atas.
  • Pembengkakan pada perut apabila kondisi sudah berkembang menjadi lebih berat.

Jika perlemakan hati terus berlanjut tanpa penanganan, penyakit ini dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati.

Penelitian Mengenai Silymarin

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah World Journal of Gastroenterology pada 2017 melaporkan bahwa penggunaan ekstrak Silymarin dapat membantu menurunkan kadar enzim hati, seperti SGOT dan SGPT, pada pasien dengan perlemakan hati non-alkoholik.

Bacaan Lainnya

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Silymarin memiliki efek antiinflamasi dan antifibrotik yang berpotensi memperlambat progresivitas kerusakan hati.

Meski demikian, penggunaan suplemen sebaiknya tetap dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hingga saat ini, perubahan gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga, masih menjadi langkah utama dalam penanganan fatty liver.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan hati, seperti mudah lelah, nyeri di perut kanan atas, atau hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan enzim hati, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang tepat dapat membantu memperbaiki kondisi perlemakan hati pada tahap awal serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi maupun diagnosis dari tenaga medis profesional.***

Pos terkait