Data-data pendukung kesejarahan tersebut dikumpulkan dalam bentuk warisan budaya terdokumentasi atau documentary heritage. Memory of The World memberikan kesempatan kepada kelestarian warisan bersejarah serta warisan budaya dunia, terutama kekayaan sastra klasik.
Sampai saat ini, ada 45 negara yang tergabung dalam anggota Komite program Memory of The World, termasuk Indonesia. Komite MoW Indonesia berada di bawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang beranggotakan pakar-pakar dari berbagai instansi.
Perpustakaan Nasional RI sendiri telah menyimpan lebih dari 10.000 naskah kuno dari seluruh aksara Indonesia. Tiga di antaranya adalah yakni Babad Diponegoro, Nagarakertagama, dan I La Galigo. Ketiga arsip kuno tersebut juga mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Memori Kolektif Dunia.
Tak hanya memfasilitasi preservasi warisan budaya terdokumentasi, MoW juga bertujuan menciptakan kesadaran yang lebih besar akan eksistensi dan pentingnya warisan budaya.
(Antara | Toni)
Sepanjang bulan Sukarno, antara Juni — Agustus, Samudra Fakta akan menyajikan laporan khusus segala hal tentang perjuangan dan sisi-sisi positif Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Sukarno dalam Laporan “MERAYAKAN BUNG KARNO” —sekaligus untuk melengkapi dan menyambung serial Sukarno dan Ndalem Pojok yang pernah dimuat secara berkala di situs ini. Laporan khusus ini untuk mengajak pembaca kembali menggali nilai-nilai dan karakter Bangsa Indonesia yang digelorakannya—yang seperti saat ini mengalami erosi kian parah. Jangan ketinggalan!***






