Ulang Tahun Surabaya, 15 Mall Tebar Promo Belanja hingga 70 Persen

Ulang Tahun Surabaya
Kota Surabaya jelang malam hari. - Diskominfo Surabaya
Surabaya menghadirkan Surabaya Shopping Festival 2026 dengan diskon hingga 70 persen di 15 mal besar selama HJKS ke-733, lengkap dengan festival budaya dan medical tourism.

Pemerintah Kota Surabaya mengajak masyarakat dan wisatawan menikmati kemeriahan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026 melalui berbagai agenda wisata, mulai dari festival budaya, wisata belanja, hingga penguatan medical tourism atau wisata medis.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani mengatakan Mei menjadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Kota Pahlawan karena hampir setiap pekan dipenuhi event menarik dan promo besar-besaran.

“Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan,” kata Farah, Kamis (14/5/2026).

Bacaan Lainnya

Salah satu agenda unggulan HJKS 2026 adalah Surabaya Shopping Festival (SSF). Program tahunan ini melibatkan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM lokal untuk menggairahkan wisata belanja di Surabaya.

“Kalau datang ke Surabaya selama bulan Mei, masyarakat tidak hanya menikmati festival, tetapi juga bisa berbelanja dengan banyak promo menarik di mal maupun pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Dalam SSF 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai program belanja dengan diskon hingga 70 persen di pusat-pusat perbelanjaan Surabaya sepanjang Mei 2026.

Sebanyak 15 pusat perbelanjaan ikut berpartisipasi dalam agenda tersebut, di antaranya Ciputra World Surabaya, City of Tomorrow, Galaxy Mall, Grand City, Pakuwon Mall, Royal Plaza, hingga Tunjungan Plaza.

Selain diskon besar-besaran, sejumlah mal juga menghadirkan program night shopping, cashback, buy one get one free, lucky draw, event komunitas, hingga sport and wellness activity.

“Berbagai program ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dan masyarakat selama HJKS berlangsung,” jelas Farah.

Tak hanya wisata belanja, Pemkot Surabaya juga memperkuat sektor medical tourism sebagai bagian dari pengembangan pariwisata kota. Wisatawan diajak memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan di rumah sakit Surabaya yang telah memiliki layanan wisata medis.

“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Program medical tourism sebelumnya telah diluncurkan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan sejumlah rumah sakit yang memiliki sertifikasi layanan wisata medis. Pemkot Surabaya juga menggandeng agen perjalanan untuk membantu promosi layanan tersebut kepada masyarakat luar daerah.

Farah berharap kombinasi wisata belanja, festival budaya, kuliner, hingga layanan kesehatan mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama di Surabaya sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi hotel, restoran, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM lokal.

“Harapannya wisatawan datang ke Surabaya bukan hanya untuk menikmati event, tetapi juga berbelanja, staycation, kulineran, sampai memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Surabaya Shopping Festival (SSF) 2026 sekaligus Wakil Ketua Bidang Promosi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Hendra Lienanda mengatakan SSF tahun ini diyakini mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus wisata belanja selama Mei 2026.

“Promosi dilakukan secara masif. Berbagai program belanja dihadirkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari night shopping, buy one get one free, cashback hingga 50 persen, sampai diskon mencapai 70 persen bahkan 80 persen di sejumlah tenant,” kata Hendra.

Menurutnya, keterlibatan 15 pusat perbelanjaan besar menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam menyemarakkan HJKS ke-733. Setiap mal disebut memiliki konsep promosi dan event berbeda untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik.

“Tidak hanya pusat perbelanjaan modern, pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam kemeriahan HJKS tahun ini. Berbagai bazar kuliner dan promosi produk lokal digelar untuk memberi ruang lebih luas bagi UMKM Surabaya berkembang,” ujarnya.

Dalam rangkaian HJKS tahun ini, sejumlah pusat perbelanjaan juga akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan.

“Konsep ini diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Surabaya, tidak hanya sebagai kota belanja dan kuliner, tetapi juga tujuan layanan kesehatan,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Firman Sudi Permana memastikan sektor perhotelan siap menyambut lonjakan wisatawan selama HJKS berlangsung.

“Kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung terus diperkuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman dan berkesan selama berada di Surabaya,” ujar Firman.

Menurutnya, sejumlah hotel mulai menyesuaikan fasilitas agar lebih ramah bagi wisatawan medis, seperti penyediaan akses kursi roda, kamar khusus, area parkir ambulans, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi pasien dan keluarga.

Firman menilai medical tourism menjadi salah satu sektor potensial yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Surabaya, khususnya dari wilayah Indonesia Timur.

“Aspek keamanan dan kenyamanan tamu tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, PHRI terus mengimbau seluruh hotel melakukan audit internal secara berkala, mulai dari standar keselamatan, sistem kebakaran, kebersihan, pelayanan, hingga kelengkapan SOP operasional,” pungkasnya. ***

Pos terkait