Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan, produksi beras pada periode Januari-April 2025 (subround 1) diperkirakan mencapai 13,95 juta ton. Khusus Februari-April saja, angkanya mencapai 12,71 juta ton, naik 2,51 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Terdapat peningkatan sebesar 2,88 juta ton atau naik 25,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Amalia dalam konferensi pers, Senin, 3 Maret 2025.
Ia menyebut angka ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. “Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikan produksi secara tahunan diperkirakan terbesar sejak tahun 2019,” jelas dia.
Sebagai informasi, per Rabu, 15 Januari 2025 menjadi hari yang menggembirakan bagi para petani padi. Zulhas memberlakukan keputusan pemerintah. Berupa penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dari petani. Harga gabah dinaikkan menjadi Rp6.500 per kg dari sebelumnya Rp6.000.
Sementara produksi tani jagung dibanderol Rp5.500 per kg yang diberlakukan mulai 01 Februari 2025. Harga Acuan Pemerintah (HAP) jagung itu terhadap hasil panen berikutnya. Bukan stok atau ketersediaan, sebelum pemberlakuan kebijakan. ***





