Solar Tembus Rp30 Ribu, Pemilik Kendaraan Kelimpungan

Harga Solar Rp30 ribu Gemini
Pemilik mobil diesel harus menarik napas panjang menghadapi harga solar tembus Rp30 ribu per liter. --Ilustrasi Gemini AI
Kenaikan harga solar nonsubsidi pada awal Mei 2026 bikin pemilik kendaraan diesel kaget: isi penuh tangki bisa menguras kantong hingga Rp1,6 juta lebih.

Sebuah video yang diunggah akun @toe__giman di media sosial langsung viral, Ahad (10/5/2026). Seorang pemilik mobil diesel memperlihatkan struk pengisian 53,4 liter seharga Rp1,651 juta — jauh dari biasanya yang sekitar Rp1 juta. “Astaghfirullah, sekarang tembus Rp30 ribu per liter. Jadi horor isi bensin,” ujarnya.

Keluhan itu bukan lebay. Per 4 Mei 2026, Pertamina resmi menaikkan harga solar nonsubsidi. Dexlite kini Rp26.000 per liter — naik Rp2.400 dari bulan lalu. Pertamina Dex melonjak lebih tajam, dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

SPBU swasta bahkan lebih tinggi. Vivo mematok Diesel Primus di Rp30.890 per liter. Sementara BP sempat memasang harga yang sama sebelum menurunkan BP Ultimate Diesel menjadi Rp29.890 per liter per 8 Mei 2026. Biosolar bersubsidi masih bertahan di Rp6.800 per liter.

Siapa yang Paling Terdampak?

Pemilik SUV dan kendaraan niaga paling merasakan imbasnya. Mesin common rail modern pada Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Isuzu MU-X, hingga kendaraan komersial seperti Hilux dan Triton membutuhkan solar berkualitas tinggi agar performa tetap optimal.

Dengan estimasi pemakaian 150 liter per bulan — asumsi jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer — pengeluaran bulanan bisa mencapai Rp3,9 juta jika menggunakan Dexlite. Naik ke Pertamina Dex, angkanya mendekati Rp4,2 juta. Bagi pengguna SPBU swasta, biaya itu bisa menembus Rp4,6 juta.

Kenaikan ini berkaitan dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan BBM bersubsidi tidak ikut naik hingga akhir 2026.

Mesin Diesel Masih Unggul, tapi…

Diesel selama ini diunggulkan karena torsi besar, daya tahan tinggi, dan efisiensi di perjalanan jauh. Namun ketika harga solar nonsubsidi melompat hampir dua kali lipat dari awal tahun, kalkulasi ekonominya mulai goyah.

Bagi pemilik kendaraan diesel yang bergantung pada BBM nonsubsidi, kini saatnya menghitung ulang — apakah keunggulan mesin masih sebanding dengan tagihan di SPBU.***