Singgih dan Fenomena Pengemis Online yang Tak Kunjung Ditindak

Pengemis online. Ilustrasi Canva

Hati-hati menyedekahkan harta untuk membantu sesama yang sedang kesusahan. Apalagi orang tersebut melakukan penggalangan dana lewat media sosial. Selidiki terlebih dahulu akun yang meminta sedekah. Jangan sampai jiwa kedermawanan masyarakat Indonesia dimanfaatkan para pengemis online.

Topik itulah yang sedang menjadi perbincangan hangat pada lini media sosial X Rabu (20/3/2024) dini hari. Unggahan kekecewaan netizen terlontar seiring trending-nya nama “Singgih”, namanya dikaitkan dengan dugaan penyelewangan dana donasi.

Siapakah Singgih? Pria ini adalah pemilik akun @singgihsahara. Pada akun X miliknya, dia mengaku tinggal di Semarang, dan bekerja sebagai sales promotion boy toko mainan. Nama Singgih trending di media sosial X karena diduga menyelewengkan dana bantuan sosial untuk ibunya. Diduga uang tersebut juga digunakan untuk kebutuhan pribadi Singgih

Kasus ini bermula dari kecurigaan warganet kepada Singgih yang meminta donasi sebesar Rp2 juta melalui X. Singgih mengklaim bahwa dana yang diminta tersebut untuk keperluan rawat jalan ibunya dan terapi anaknya hingga akhir bulan Maret 2024. Padahal, seperti dilansir Jatim Times, Singgih Sahara telah menerima donasi sebesar Rp48 juta melalui laman KitaBisa untuk anaknya yang mengalami speech delay.

Dalam kurun lima bulan 17 hari, dana yang terkumpul mencapai Rp48.527.619. Adapun Singgih Sahara telah menarik uang sebanyak Rp39 juta dari total hasil penggalangan dana. Selain itu, ada juga dana sebesar Rp5 juta yang belum dicairkan dari galang dana anaknya, Axel. Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Singgih juga membuka penggalangan dana di berbagai komunitas untuk ibunya yang mengalami gagal ginjal.

Pada triwulan awal tahun 2023, Singgih juga membuka penggalangan dana di KitaBisa untuk ibunya, dengan target donasi sebesar Rp25 juta yang berhasil terkumpul menjadi Rp32 jutaan. Selain itu, Singgih juga sering membuka penggalangan dana di X, termasuk pada awal Maret sebelumnya, ketika meminta donasi sebesar Rp7,8 juta untuk ibunya.

Netizen mulai curiga terhadap Singgih Sahara, terutama setelah dia meminta donasi meskipun sudah mendapat jumlah dana yang cukup besar sebelumnya.  Akun @capekhayati di X bahkan menyoroti kejanggalan tersebut, menyebut bahwa meminta donasi sebesar Rp48 juta masih belum cukup, sementara ada dana sebesar Rp5 juta yang belum dicairkan. Hal ini membuat namanya menjadi trending di media sosial, dengan banyak pihak yang mengecam tindakannya.

Zulfikar Akbar, seorang pegiat media sosial X, bahkan menyatakan akan melakukan penelusuran langsung ke Semarang untuk menginvestigasi kasus Singgih yang diduga melakukan penipuan dan penyalahgunaan dana penggalangan tersebut.

“Penutup malam ini, karena gue ber empati ttg ibu singgih ini apalagi dikasih tahu teman saya yg lg disana. Sebagai anak, aku ingin mewakilkan sedikit empati aku langsung ke ibu. Walaupun kasus singgih ini emg menguras emosi. Aku mengedepankan nurani dan kasihan terhadap ibunya. Untuk kalian yg mungkin akan datang. Tolong tata bahasa juga dijaga ya. Karena emg ibu dia sakit. Kalau bisa diluar bertemu singgih ya silakan bebas kalian mau ngapain. Tp jika dirumah beliau tolong bgt ya jangan gaduh,” unggah pemilik akun @mas2jawaku.

KitaBisa menyatakan akan melakukan penelusuran terhadap Singgih Sahara. “Terima kasih utk semua laporan yg masuk terkait galang dana yg diinisiasi oleh Singgih Shahara. Siang ini tim Kitabisa sudah bertemu langsung dengan Singgih Shahara untuk konfirmasi dan validasi ttg galang dana yg dibuat di Kitabisa,” tulis admin @kitabisacom menjelaskan duduk perkara penggalangan dana yang diinisiasi oleh Singgih Sahara diunggah pada Selasa (19/3/2024).