Program Pangan Dunia (Wold Food Program/WFP) PBB memperingatkan jika stok makanan di Gaza akan habis dalam dua minggu ke depan akibat blokade bantuan kemanusiaan Israel yang telah berlangsung selama hampir sebulan. Semua toko roti di wilayah itu dilaporkan tutup karena kekurangan bahan bakar dan tepung.
__________
“Pendudukan telah memaksa semua toko roti tutup sepenuhnya. Memperburuk krisis kelaparan yang mengancam nyawa warga sipil yang tidak bersalah, khususnya anak-anak, pasien, dan orang tua,” demikian pernyataan Kantor Media Pemerintah yang dikendalikan Hamas, dikutip dari laporan CNN pada Rabu, 2 April 2025.
Sementara itu, dikutip dari Kantor Berita Palestina Safa, Kepala Asosiasi Pemilik Toko Roti setempat, Abdel Nasser Al-Ajrami mengatakan jika penutupan semua toko roti itu bakal mempercepat penyebaran kelaparan di Gaza.
“Penyediaan makanan hangat terus berlanjut, tetapi persediaan akan bertahan selama dua minggu. WFP akan mendistribusikan paket makanan terakhirnya dalam dua hari ke depan,” begitu kata Abeer Etefa, petugas komunikasi WFP untuk Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur.
Penutupan tersebut dilaporkan menimbulkan dampak mengerikan bagi warga Palestina. Seorang pria Gaza bernama Abdul Rahman Fattayeh mengaku kepada CNN jika anak-anaknya merasa mual dan kelelahan karena kekurangan makanan.
“Saya mendatangi setiap toko roti. Setiap kali kami bertanya, mereka mengatakan tidak ada tepung karena penutupan tempat penyeberangan. Israel mengendalikan tempat penyeberangan. Kami tidak tahu harus ke mana,” katanya.
Sementara Ibrahim al-Kurd, warga Palestina lainnya, mengatakan bahwa situasinya ‘sangat sulit, tidak dapat dijelaskan.
“Saya memiliki 40 anggota keluarga, dan saya telah mencari roti untuk mereka sejak pukul 8 pagi, berkeliling ke semua toko roti di Deir al-Balah. Tidak ada yang buka. Tidak ada tepung, tidak ada kayu bakar, tidak ada apa-apa. Bahkan tidak ada air. Ini mengerikan,” kata Al-Kurd.
Pemerintah Israel menghentikan pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza pada awal Maret 2025. Blokade ini diklaim untuk menekan Hamas agar membebaskan lebih banyak sandera dan memberlakukan persyaratan baru untuk perpanjangan gencatan senjata.
Akibatknya, tak ada bantuan yang masuk ke daerah kantong tersebut selama lebih dari tiga minggu.
Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, saat ini adalah periode terlama Gaza tanpa pasokan sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023.
“Selama gencatan senjata, 500–600 truk tiba setiap hari. Sekarang, tidak ada apa-apa,” kata Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, pekan lalu.
Amjad Al-Shawa, Direktur Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina, menggambarkan jika blokade terbaru Israel itu sebagai krisis kemanusiaan terburuk sejak perang dimulai. Dia memperingatkan, penutupan toko roti akan berdampak pada ratusan ribu orang yang bergantung pada mereka untuk mendapat makanan.***





