“Dominasi Asia sebagai tujuan ekspor menjadikan stabilitas Selat Hormuz sangat krusial, bukan hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga bagi perekonomian Asia,” ungkap laporan tersebut dikutip pada Kamis, 26 Juni 2025.
Meski Amerika Serikat telah meningkatkan produksi minyak dalam negeri, negeri Paman Sam tetap bergantung pada pasokan dari kawasan Teluk. Tahun 2018, AS mengimpor sekitar 1,4 juta barel minyak mentah dan kondensat per hari dari negara-negara Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Jumlah ini mencakup 18 persen dari total impor minyak AS dan 7 persen dari konsumsi minyak cair nasional.***





