Sedikitnya 26 orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam serangan teroris yang menyasar wisatawan di kawasan Baisaran, Pahalgam, Kashmir, pada Selasa, 22 April 2025. Polisi menyebut dua di antara korban luka berada dalam kondisi kritis.
__________
Menurut informasi awal, serangan terjadi saat para turis menikmati keindahan alam di Baisaran, sebuah padang rumput terpencil yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. “Tiga militan muncul dan menembak secara membabi buta ke arah para wisatawan,” ujar seorang perwira senior kepolisian seperti dikutip The Indian Express. “Delapan orang dilaporkan terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.”
Baisaran dikenal sebagai salah satu tujuan wisata populer di Kashmir, terutama selama musim liburan. Serangan ini menjadi serangan pertama terhadap wisatawan di kawasan tersebut sepanjang tahun ini.
Pahalgam terletak di wilayah Jammu dan Kashmir, tepatnya di Distrik Anantnag. Pahalgam merupakan kota dan komite wilayah di dekat kota Anantnag. Wilayah ini merupakan daerah populer untuk tujuan wisata dan terkenal karena keindahan alamnya. Sebelumnya, pada Mei tahun lalu, dua turis juga menjadi korban serangan serupa di Pahalgam— wilayah berjuluk mini Swiss di India.
Setelah serangan, aparat keamanan gabungan dari kepolisian, Angkatan Darat, dan pasukan paramiliter langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan melancarkan operasi pencarian terhadap pelaku.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan di media sosial X, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan para korban luka. “Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan biadab ini tidak akan dibiarkan lolos. Agenda jahat mereka tidak akan pernah berhasil,” tulis Modi.
Perdana Menteri juga dilaporkan berbicara langsung dengan Menteri Dalam Negeri, Amit Shah, yang saat ini berada di Jeddah. Shah disebut akan segera terbang ke Srinagar.
Kecaman juga datang dari berbagai tokoh politik lokal. Presiden Partai Demokratik Rakyat (PDP), Mehbooba Mufti, menyebut serangan ini sebagai tindakan pengecut yang tidak mencerminkan tradisi Kashmir yang dikenal ramah terhadap wisatawan. Ia menekankan pentingnya investigasi menyeluruh serta evaluasi terhadap potensi kelalaian keamanan.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Insiden seperti ini tak bisa dibiarkan terulang,” ujar Mufti dalam pernyataan tertulisnya di platform X.
Sementara itu, pemimpin Konferensi Rakyat, Sajad Lone, menyebut pelaku sebagai “musuh masa depan Kashmir” yang ingin mengguncang stabilitas ekonomi dan pariwisata di wilayah itu. “Setelah bertahun-tahun berjuang, industri pariwisata kami mulai bangkit. Harapan tumbuh kembali. Namun, para pelaku teror ini ingin menghancurkan semua itu,” kata Lone.
Ia menambahkan, masyarakat Kashmir harus bersatu melawan teror dan menyampaikan pesan tegas bahwa tidak ada toleransi terhadap kekerasan. “Mereka menodai sejarah keramahtamahan kita. Kita harus menjaga masa depan generasi muda dengan hidup damai dan bermartabat secara ekonomi,” ujarnya.***


