Presiden Fokus Swasembada Pangan, Pembangunan IKN Tak Bisa Secepat Periode Lalu

Suasana pembangunan rusun ASN terlihat dari Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (13/09/2024). Otorita IKN menuyebut progres pembangunan sudah mencapai 87 persen, kendati pembangunannya dipastikan tak bakal secepat era Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU)
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyebut kemungkinan proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak akan dilakukan secepat sebelumnya. Pasalnya, pemerintahan saat ini fokus ke swasembada pangan. Sedangkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)mengklaim juga progres rata-rata pembangunan IKN sudah mencapai 87 persen.

__________

Soal pembangunan IKN yang tak secepat masa Presiden Joko Widodo, Dody mengaku itu berdasarkan diskusi dengan Presiden Prabowo dalam beberapa kesempatan.

“Dari hasil diskusi dengan Pak Presiden dalam beberapa kesempatan, untuk IKN tetap akan kita teruskan, mungkin kecepatannya enggak seperti dulu,” kata Dody dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Bacaan Lainnya

Menurut Dody, Presiden Prabowo menyatakan bahwa ketahanan pangan akan menjadi fokus utama pada pemerintahan saat ini.

“Karena yang dikhawatirkan perang terjadi secara masif, kemudian kemampuan kita swasembada pangan belum terjadi. Dikhawatirkan terjadi masalah sosial yang besar, ketahanan pangan jadi fokus utama,” ujar Dody.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kiri) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (kanan) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt).

Dody juga menjelaskan jika hingga saat ini Kementerian PU telah membangun puluhan bendungan di seluruh Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap tercapainya swasembada pangan.

“Akan ada beberapa puluh bendungan lagi seluruh Indonesia tapi fokus kita untuk eksisting bendungan adalah revitalisasi plus perbaikan jaringan primer, sekunder, tersiernya, sehingga target pimpinan kami dalam 4-5 tahun, event sebelumnya tercapai swasembada pangan,” kata Dody.

Dari sisi kesehatan, Dody mengaku mendapatkan tugas untuk mengurangi angka stunting dari sisi penyediaan air bersih dan juga sanitasi berbasis masyarakat. Dia kemudian mengaitkan standar hidup bersih masyarakat dengan fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Tanah Air.

“Akan banyak proyek-proyek kita yang berbasis masyarakat, karena kita semua ketahui detik-detik ini banyak banyaknya PHK di sana sini, itu akan jadi tugas pokok kami di kementerian,” jelas Dody.

“Ke depan fungsi (Kementerian) PU akan lebih banyak mensupport pertanian, pendidikan, dan kesehatan,” sambung Dody.

Presiden Prabowo Subianto memilih fokus kepada swasembada pangan ketimbang cepat-cepat merampungkan IKN. (Ilustrasi)
Otorita Klaim Progres IKN 87 Persen

Sementara itu, Plt. Deputi Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan jika progres rata-rata pembangunan IKN sudah mencapai 87 persen. Kata dia, sudah ada 51 pemrakarsa yang mulai melakukan pembangunan, dan sudah ada 16 paket pekerjaan konstruksi.

“Sampai dengan tahun 2024, terdapat 51 pemrakarsa yang telah melakukan groundbreaking di Ibu Kota Negara. Dari seluruh pemrakarsa tersebut telah dibangun 16 paket pekerjaan konstruksi dengan progres rata-rata hampir 87 persen,” kata Danis. dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Rabu (30/10/2024).

Danis juga menerangkan jika beberapa pembangunan yang dilakukan oleh pihak swasta sudah mencapai 100 persen. Bangunan tersebut antara lain Hotel Nusantara, Telkom Smart Office, PLTS IKN 5 megawatt, dan pusat pelatihan PSSI. Selain itu, masih ada beberapa bangunan yang belum rampung seperti hotel dan rumah sakit yang dibangun oleh pihak swasta.

Pembangunan yang progresnya di atas 90 persen, kata Danis, adalah Hotel Qubika, Rumah Sakit IKN dari Kementerian Kesehatan, restoran Kampung Kecil, kemudian Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Mayapada yang merupakan Rumah Sakit Swasta.

“Mudah-mudahan yang di atas 90 persen ini pada akhir tahun ini akan siap 100 persen,” kata Danis.***

Pos terkait