Prabowo Tegaskan Keselamatan Anak Prioritas Utama dalam Program MBG

Konferensi pers terkait penanganan KLB MBH di Jakarta, Ahad (28/9). - Setpres

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Sabtu (27/9). Menurutnya, kasus keracunan mayoritas terjadi di SPPG yang baru beroperasi. “SDM masih kurang jam terbang. Selain itu, ada faktor bahan baku, air, dan pelanggaran SOP,” ujarnya, Minggu (28/9).

Menanggapi hal itu, Prabowo menyatakan keprihatinan sekaligus memberi arahan. Setiap SPPG harus memiliki koki terlatih, alat rapid test makanan, sterilisasi food tray, filter air, dan CCTV terhubung ke pusat. “Langkah ini untuk memperkuat kualitas layanan dan memastikan program gizi nasional aman,” tegasnya.

Dadan mencatat, sejak 6 Januari hingga 31 Juli 2025, 2.391 SPPG beroperasi dengan 24 kasus insiden. Periode 1 Agustus–27 September bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus. “Total SPPG kini 9.615 unit, melayani sekitar 31 juta penerima manfaat,” katanya.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait