“Memang ada masalah dalam tata kelola dan ini tantangan besar. Namun, saya dan seluruh jajaran BGN, dengan dukungan seluruh anggota kabinet, akan bekerja keras membenahi apa yang perlu diperbaiki,” kata Sudaryono.
Pergantian tersebut menjadi perubahan pucuk pimpinan BGN untuk kedua kalinya dalam waktu sekitar enam pekan. Nanik sebelumnya dilantik pada 8 Juni 2026 untuk menggantikan Dadan Hindayana.
Anggaran MBG Turun Rp39 Triliun
Perubahan kepemimpinan berlangsung ketika BGN mengevaluasi anggaran, sasaran penerima, dan distribusi MBG. Sehari sebelum pelantikan, BGN menyatakan anggaran program pada 2026 sementara turun dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun.
Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan besaran tersebut masih dapat berubah setelah pemerintah menyelesaikan penyisiran penerima dan pembenahan tata kelola.
“Untuk sementara 2026 ini kami sudah melakukan efisiensi anggaran dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun,” ujar Lili.
BGN juga sedang mengkaji ulang sekitar 62,7 juta penerima manfaat. Penyisiran dilakukan setelah lembaga tersebut menemukan persoalan dalam distribusi, termasuk sekolah yang menerima layanan dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berbeda.
Nanik menyatakan mundur karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Ia mengatakan Prabowo menerima pengunduran tersebut setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” kata Nanik.***





