Persebaya Didenda Rp250 Juta, Tribun Utara GBT Ditutup Usai Insiden Petasan Saat Lawan Persib

Tribun Utara GBT. - Dok. Samudrafakta
Persebaya Surabaya dijatuhi sanksi denda Rp250 juta dan penutupan Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo satu pertandingan setelah insiden penyalaan petasan dan kembang api saat laga melawan Persib Bandung.

Persebaya Surabaya mendapat sanksi denda sebesar Rp250 juta serta penutupan Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk satu pertandingan kandang terdekat.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul insiden penyalaan petasan dan kembang api dalam jumlah besar saat Persebaya menjamu Persib Bandung di Stadion GBT pada Senin, 2 Maret 2026.

Aksi tersebut terjadi di Tribun Utara dan dinilai melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan fakta dan pertimbangan hukum, Komdis PSSI memutuskan menjatuhkan sanksi berupa penutupan sebagian stadion kepada klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

“Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo Lampiran 1 Nomor 5 jo Pasal 138 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub Persebaya Surabaya dikenakan sanksi penutupan sebagian stadion (Tribun Utara) sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah, sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat,” bunyi surat Komdis PSSI yang dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Persebaya, Jumat (13/3/2026).

Komdis PSSI juga mengingatkan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.

“Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,” lanjut pernyataan tersebut.

Manajemen Persebaya pun memberikan tanggapan terkait sanksi tersebut. Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengatakan pihak klub telah menerima surat keputusan dari Komdis PSSI.

“Kami barusan menerima surat dari Komdis PSSI. Kami mendapat sanksi uang dan penutupan Tribun Utara untuk satu pertandingan. Tapi Tribun Utara sudah kami tutup sampai akhir musim,” kata Yohvinno.

Pria yang akrab disapa Vino itu menjelaskan bahwa manajemen Persebaya sebenarnya telah lebih dulu memutuskan menutup Tribun Utara hingga akhir musim sebelum surat sanksi Komdis diterbitkan.

Pos terkait