Jagad media sosial tengah ramai dengan hastag atau tagar Peringatan Darurat dengan lambang Garuda Pancasila berlatar merah mencolok. Tagar ini diikuti dengan tagar #SaveKIPKuliah dan #DaruratPendidikan. Tagar Peringatan Darurat menjadi pemuncak nomor lima dalam trending topic X.
Berdasarkan pantauan hingga Jumat malam, 14 Februari 2025, tagar ini sudah dicuitkan hampir 60.000 warganet X, pada pukul 20.50 WIB. Fenomena ini muncul tak berselang lama dari kebijakan pemangkasan anggaran pendikan yang diberlakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Masyarakat menolak kebijakan efisiensi anggaran di Kemendiktisaintek karena dikhawatirkan dapat mengancam masa depan pendidikan anak bangsa. Di balik warna merah yang mencolok ini, tersimpan protes terhadap kebijakan pemangkasan sebesar Rp8,03 triliun.
Nilai tersebut mengurangi anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dari Rp15,3 triliun menjadi Rp7,27 triliun.
Imbas efisiensi anggaran di sejumlah program Kemendiktisaintek, biaya kuliah berpotensi naik hingga ribuan mahasiswa terancam dihapus beasiswanya. Kemendiktisaintek menjadi salah satu kementerian yang mengalami pemangkasan anggaran.
Salah satu program di Kemendiktisaintek yang kena efisiensi anggaran adalah Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN). Pagu awal program itu sebesar Rp6,018 triliun, namun terkena efisiensi sebesar Rp3 triliun.
Selain itu, program revitalisasi perguruan tinggi negeri, pagu awal Rp856,2 miliar, terkena efisiensi Rp428 miliar. Satryo juga mengusulkan anggaran ini dikembalikan ke pagu awal. Program Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi Badan Hukum (BPPTNBH) pagu awalnya Rp2,37 triliun, dipotong efisiensi 50 persen.
Satryo mengusulkan efisiensi tak sebesar itu agar tak berpengaruh ke uang kuliah. Kemudian program pusat unggulan antar perguruan tinggi, pagu awal Rp250 miliar, diusulkan efisiensi 50 persen. Satryo juga mengusulkan program itu dikembalikan ke pagu awal.
Terakhir, bantuan pada PTS dianggarkan pagu awal Rp365,3 miliar, diusulkan dipotong efisiensi 50 persen. Satryo mengusulkan dikembalikan ke pagu awal agar PTS tidak harus menaikkan uang kuliah.
Peringatan darurat juga diikuti dengan tagar #saveKIPKuliah sebagai bentuk sikap protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan adalah Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Program Pendidikan yang paling diandalkan bagi masyarakat tidak mampu ini terancam dihentikan. Banyak mahasiswa yang mengandalkan KIP Kuliah kini mulai khawatir dengan masa depan pendidikan mereka.
Mereka mempertanyakan apakah beasiswa dan bantuan biaya pendidikan yang selama ini mereka terima akan tetap berlanjut atau justru terhenti akibat pemangkasan anggaran ini.***
