Penyakit Pernapasan HMPV dari China Sudah Sampai Malaysia

Ilustrasi penderita sesak napas. (SF)
Pemerintah Malaysia baru-baru ini melaporkan adanya lonjakan kasus infeksi Human Metapneumovirus (HMPV), penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang tengah mewabah di China, dengan total 327 kasus sepanjang 2024. Angka ini meningkat 45 persen dari tahun sebelumnya, yang mencatat 225 kasus.

“Ini bukan penyakit baru, dan di negara ini, infeksi HMPV tidak perlu dilaporkan atau diberitahukan menurut Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988,” demikian keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Malaysia baru-baru ini, dikutip dari Straits Times, Senin, 6 Januari 2025.

Namun demikian, Kementerian mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, karena infeksi saluran pernapasan akan terus berkembang di masyarakat. Juga mengimbau agar masyarakat secara proaktif menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain, terutama di tempat tertutup dan ramai.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga mengimbau agar masyarakat yang mengalami gejala berkepanjangan atau memburuk agar segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta terdekat. Masyarakat setempat juga diimbau  sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, dan mengenakan masker bagi mereka yang berisiko tinggi atau berada di area ramai.

Bacaan Lainnya
Pemerintah RI Belum Lakukan Pembatasan Perjalanan Keluar Masuk Luar Negeri

Di Indonesia, Kemenkes RI menyebut negara ini belum mencatat satu pun kasus HMPV.

Namun demikian, “Potensi penyebaran ke Indonesia dan negara lain tetap ada karena akses penerbangan dari China atau negara lainnya ke Indonesia masih dibuka,” terang Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman, Senin, 6 Januari 2025.

Pemerintah juga disebutnya sejauh ini tidak melakukan pembatasan atau larangan perjalanan masuk maupun keluar dari negara dengan catatan wabah HMPV, baik Malaysia maupun China. Namun demikian, kata Aji, upaya preventif tetap dilakukan, seperti meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional.

Masyarakat juga diminta agar tidak panik. Dan bila bepergian ke luar negeri, agar selalu memerhatikan risiko kemungkinan penularan.

“Kalau pun terpaksa harus ke luar negeri, terlebih dulu harus memastikan situasi dan kebijakan di negara tersebut dan terapkan protokol kesehatan. Terapkan selalu perilaku hidup bersih dan sehat bagi diri dan lingkungannya untuk perkuat daya tahan tubuh,” pungkasnya.

Sebagai informasi, gejala HMPV mirip flu biasa, seperti demam, batuk, sesak napas, dan hidung meler. Pada kasus yang lebih parah, virus ini bisa menyebabkan pneumonia dan bronkitis, terutama pada kelompok rentan.

Meski tidak ada bukti bahwa HMPV berpotensi menyebabkan pandemi seperti COVID-19, para ahli kesehatan menyoroti perlunya tindakan pencegahan. WHO juga menekankan pentingnya protokol kebersihan, seperti sering mencuci tangan dan memakai masker di tempat umum.***

Pos terkait