“Kita semua diciptakan untuk saling mencintai dan mengasihi, tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, atau latar belakang lainnya,” katanya.
Menurut Romo Benny, keragaman dan kemajuan di Indonesia sebenarnya tidak pernah mengalami masalah yang berarti. Sayangnya, gesekan antar kelompok masyarakat seringkali disebabkan karena para elite politik yang memanipulasi perbedaan untuk kepentingan politik mereka.
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, Pancasila dapat menjadi ideologi yang menyatukan segala perbedaan anak bangsa.
Hal ini dibuktikan dengan Indonesia yang terdiri dari 714 suku, etnis, dan ratusan agama serta budaya, tetapi semuanya dapat bersatu dalam naungan NKRI.
“Pancasila mampu menyatukan bangsa ini karena digali oleh Bung Karno dari bumi Indonesia. Pancasila akhirnya menjadi ideologi yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, dan berelasi kita. Meskipun kita berbeda agama, keyakinan, suku, profesi, atau ideologi, kita dapat bersatu karena memiliki ikatan kebangsaan yang satu, yaitu Pancasila,” tutur Romo Benny.
Dirinya juga menilai bahwa kolaborasi antar umat beragama itu dibutuhkan. Kolaborasi ini tidak hanya untuk menjaga ketertiban umum dan rasa aman, tetapi juga untuk mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Umat beragama dapat menghargai semua hari besar keagamaan karena di dalamnya terdapat kebajikan bagi semua. “Dalam beriman dan beragama, kita harus memiliki sikap belas kasih, cinta kasih, dan saling menghargai perbedaan. Inilah wujud dari toleransi di Indonesia,” katanya.
Menurut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu jika tidak ada Soekarno-Hatta dan peran umat muslim (Ulama) Indonesia yang sudah rela menghapus 7 kata dalam Piagam Jakarta pada Sila pertama tidak akan seindah ini.
“Imajinasi Soekarno-Hatta itu luar biasa dan juga jika tidak ada jasa tokoh besar umat muslim, Kiai Hasyim Asy’ar, Ketua Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo, mungkin kita tidak seindah ini, dan itu kita harus catat jasa terbesar umat muslim, demi menjaga persatuan mereka rela mencabut 7 kata itu yang harus kita ingat”, ucapnya saat menjadi narasumber pada talkshow di kanal youtube Padasuka Tv Kamis, 25 Maret 2021.