Netanyahu Disebut Gagalkan Gencatan Senjata, Iran Tegaskan Perang Terus Berlanjut

Penasihat militer senior Iran Mohsen Rezaei. - Presstv
Iran menuding Netanyahu menghambat damai dan memastikan perang tetap berlanjut.

Pemerintah Iran menegaskan konflik dengan Israel dan Amerika Serikat tidak akan berhenti, dan menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang mendorong perang terus berlanjut.

Pernyataan itu disampaikan penasihat militer senior Iran, Mohsen Rezaei, dalam pidato yang disiarkan televisi Presstv pada Senin (23/3). 

Rezaei merupakan penasihat dari Pemimpin Tertinggi Iran, Motjaba Khamenei. Ia menyebut Amerika Serikat sebenarnya telah siap menghentikan konflik dan mengarah pada gencatan senjata lebih dari sepekan lalu. 

Bacaan Lainnya

Namun, menurutnya, langkah tersebut terhambat. “Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong agar perang terus berlanjut,” ujar Rezaei, dikutip Selasa (24/3).

Ia juga mengklaim bahwa setelah hari ke-15 konflik, Washington menyadari tidak memiliki jalur menuju kemenangan. Klaim ini menjadi bagian dari narasi Tehran. Perang dinilai sudah kehilangan arah bagi AS.

Iran Pasang Syarat Keras

Meski menyebut peluang damai sempat muncul, Iran tetap menegaskan perang akan berlanjut hingga tuntutan utama mereka terpenuhi.

Rezaei menegaskan Tehran tidak akan menghentikan operasi militer sebelum seluruh sanksi ekonomi dicabut.

Selain itu, Iran juga menuntut adanya jaminan internasional yang mengikat untuk mencegah campur tangan Amerika Serikat di masa depan.

“Kami akan terus berperang sampai semua sanksi ekonomi dicabut dan jaminan internasional yang mengikat diperoleh,” tegasnya.

Ia memastikan militer Iran masih beroperasi dengan kekuatan penuh. Kepemimpinan baru di Iran, kata dia, berada dalam kendali yang solid.

Parlemen Dorong Hukuman untuk Agresor

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan tekanan publik terhadap pemerintah semakin menguat. Dalam unggahannya di platform X, ia menyebut rakyat Iran menuntut hukuman penuh terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.

Ghalibaf menegaskan masyarakat menginginkan sanksi yang tegas dan memberikan efek jera.

Pernyataan para pejabat tinggi Iran ini memperlihatkan sikap keras Tehran. Di saat yang sama, Iran menuding peluang damai justru terhambat oleh keputusan politik Israel.***

Pos terkait