“Mungkin saja, untuk alasan yang sangat bagus. Pada suatu saat mungkin kita akan melakukannya. Itu akan menjadi hal yang hebat,” tegas Trump.
Pernyataan ini muncul setelah analisis intelijen AS menunjukkan bahwa pemboman udara saja tidak cukup untuk mengamankan material nuklir strategis Iran. Serangan udara juga berisiko memicu bencana radiasi massal jika menghantam fasilitas nuklir secara tidak tepat.
Iran Siapkan Perlawanan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons dengan pernyataan keras. “Kami sedang menanti mereka, kami siap menghadapi mereka. Itu akan menjadi bencana besar bagi Amerika dan Israel. Kami siap menghadapi skenario apa pun,” ujarnya.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dipastikan akan memperkuat pertahanan asimetris di sekitar fasilitas bawah tanah. Langkah ini berpotensi menimbulkan korban jiwa besar jika invasi darat benar-benar dieksekusi.
Risiko Pendudukan Jangka Panjang
Invasi fisik ke Iran akan menandai pengerahan besar-besaran pasukan darat AS untuk pertama kalinya sejak invasi Irak. Para pengamat militer memperingatkan bahwa operasi ini berisiko menyeret Washington ke dalam pendudukan militer jangka panjang di kawasan yang kompleks.
Hingga berita ini diturunkan, Trump belum mengeluarkan perintah resmi terkait pengerahan pasukan darat. Keputusan akhir akan melibatkan Pentagon, CIA, dan pertimbangan politik keamanan nasional.***





