Foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bermain domino bersama Azis Wellang, eks tersangka pembalakan liar, memicu kritik tajam dari publik. Klarifikasi si menteri tak meredam sorotan publik.
__________
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah mengklarifikasi foto dirinya memang bermain domino bersama Azis Wellang, eks tersangka pembalakan liar, tapi mengaku tidak mengenal sosok Azis. Ia mengaku hanya memenuhi undangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, lalu sempat diajak bergabung bermain sebelum meninggalkan lokasi.
Azis Wellang sempat ditetapkan sebagai tersangka pada November 2024 oleh Direktorat Penegakan Hukum KLHK. Ia mengajukan praperadilan dan dimenangkan pada 9 Desember 2024. Penyidikan kemudian dihentikan Februari 2025. Saat itu, Raja sudah menjabat sebagai Menhut sejak 20 Oktober 2024.
Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, menyebut klarifikasi Raja sulit diterima publik. “Meskipun dia mengelak dengan bilang enggak tahu orang tersebut adalah tersangka, (klarifikasi itu) sulit untuk diterima,” katanya kepada media, dikutip Senin, 8 September 2025.
Walhi pun menantang Menhut agar benar-benar tegas terhadap mafia hutan. “Jadi, momentum ini menantang menteri kehutanan untuk berani nggak sih melakukan penegakan hukum kepada pelaku perusakan hutan yang terorganisir,” ucap Uli Arta.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menilai peristiwa ini bisa meruntuhkan reputasi pemerintah. “Reputasi pemerintah kian runtuh karena Presiden mempertahankan tokoh-tokoh buruk semacam Raja Juli Antoni dan Kadir Karding. Jika mereka tidak undur diri, Presiden layak memecat,” katanya di Jakarta, Ahad, 7 September 2025.
Sedangkan Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyebut sikap Menhut tidak etis. “Mestinya Menhut hindari pertemuan dengan orang yang pernah jadi tersangka. Apapun alasannya, itu terkesan mentoleransi pembalakan liar,” ujarnya, Ahad.
Boyamin menilai pertemuan itu bisa menimbulkan bias bagi penyidik Gakkum Kemenhut. “Hal ini terkesan Menhut justru berada pada pihak yang diduga pelaku pembalakan liar,” katanya.***




