Sedangkan menurut seorang tetangga terdekat Putri, Ramlah, Putri diduga mengalami depresi setelah ibunya meninggal. Kata Ramlah, dulu kehidupan Putri tak seperti ini.
“Dia sampai SMA masih diiring-iringi pembantu,” kata Ramlah, dikutip dari TribunJakarta.com, Sabtu, 29 Juli 2023. “SMA nya kan di situ,” sambungnya sambil menunjuk ujung jalan di sekitar rumah Putri.
Ramlah menambahkan, kehidupan Putri dulu tidak terlalu mewah, tetapi berkecukupan. Ramlah juga mengungkap jika Putri sempat tinggal di Gang Sentiong, Kramat, Jakarta Pusat, sebelum di Koja. Di sana, Putri bersama pakde dan budenya.
Menurut Ramlah, pakde Putri adalah mantan anggota DPR. “Dia dulunya di Sentiong, ikut budenya dosen, tuh. Terus pakdenya anggota DPR. Angkatan Laut, kolonel waktu itu. Tapi sudah meninggal,” jelas Ramlah.
Sementara itu, Suku Dinas Sosial Jakarta Utara mengkategorikan Putri sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurut hasil pendataan Sudinsos Jakarta Utara, Putri dikategorikan ODGJ terlantar. “Nama Diah Kusuma Putri, klarifikasinya ODGJ terlantar,” kata Kasudin Sosial Jakarta Utara Rizqon Hermawan, dikutip dari TribunJakarta.com, Sabtu, 29 Juli 2023.
Rizqon menambahkan, pihaknya sudah melakukan kunjungan ke rumah Putri pada Kamis, 20 Juli silam. Kunjungan tersebut untuk menindaklanjuti laporan dari Satpel Sosial Kecamatan Koja tentang adanya PMKS dengan kategori ODGJ terlantar.
“Satgas P3S Posko Permai bersama Kasatpel Kecamatan Koja melakukan home visit ke alamat tersebut,” kata Rizqon. “Sesampainya di lokasi, petugas bertemu dengan ibu RT setempat, memang benar adanya bahwa ODGJ tersebut tinggal di alamat tersebut sudah lama dan diurus oleh salah satu warga,” sambungnya.
Menurut temuan petugas Sudinsos Jakut, Putri dilaporkan sering mengamuk dan meresahkan masyarakat sekitarnya.
Secara umum, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang lansia menjadi terlantar. Bisa karena faktor ekonomi atau faktor keluarga.
Apabila keterlantaran itu terjadi karena faktor ekonomi, sejatinya itu semua bisa dimitigasi jauh-jauh hari dengan menciptakan keamanan finansial yang baik.Saat masih berada di usia produktif, semestinya seseorang mengelola pemasukannya dengan baik, dengan menjaga kesehatan arus kas keuangan pribadi, memiliki dana darurat, memiliki proteksi keuangan lainnya, serta mengelola utang bila ada.
Setelah keamanan finansial terbentuk, langkah selanjutnya adalah investasi demi kehidupan di masa depan yang lebih baik. Hidup terlantar di masa tua seharusnya menjadi hal yang harus dihindari sebisa mungkin. Pasalnya, ini bukan hanya bisa merugikan diri sendiri melainkan juga membebani orang lain.





