Dalam praktiknya, partisipan diajak mengeksplorasi nilai pribadi dan potensi yang dimiliki. Harapannya, mereka bertahap menemukan kembali sumber tujuan hidup atau sense of purpose yang baru.
Kayla berharap riset ini menjadi medium rekonstruksi psikologis bagi perempuan muda penyintas perceraian, agar mampu memvalidasi duka secara sehat tanpa terpuruk berlarut-larut.
“Perceraian tidak pernah mengurangi nilai dan potensi diri seseorang,” tegas Kayla, sekaligus mengajak mahasiswa lain peka terhadap fenomena di sekitar mereka.***





