
Menanggapi eskalasi geopolitik ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung memastikan bahwa seluruh jemaah umrah Indonesia terpantau aman melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menyatakan bahwa pemerintah terus mengawasi perkembangan situasi dengan sangat cermat. Ia meminta jemaah maupun keluarga di Indonesia tidak mudah terpancing isu simpang siur.
”Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Puji juga meminta seluruh PPIU untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh agar bisa menindaklanjuti setiap perkembangan secara cepat.
”Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Keselamatan dan keamanan jemaah jelas menjadi prioritas mutlak di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah saat ini. Pemerintah berkomitmen penuh menghadirkan perlindungan maksimal dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Bagi keluarga jemaah di Tanah Air, pastikan selalu memantau informasi perkembangan langsung melalui saluran agen travel resmi (PPIU) masing-masing agar mendapat kabar yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.***





