Kembangkan Teknologi Tambak Cerdas, Alumni ITS Juarai Kompetisi World Bank

Teknologi Tambak Cerdas
Alumni ITS sekaligus Founder dan CEO Crustea Indonesia Roikhanatun Nafi'ah. (Dok. Pribadi)

Dampak Masif dan Ekspansi ke Mancanegara

Sejak mulai dikomersialkan pada September 2022, jangkauan Crustea Indonesia melesat cepat. Dari yang awalnya hanya mendampingi tiga petambak, kini jumlahnya sudah menembus lebih dari seribu petambak di berbagai pelosok nusantara.

“Namun target ini juga bertambah, kami tahun ini menyasar penambahan sebanyak 2.000 petambak baru untuk kami bantu,” kata alumnus S1 dan S2 Teknik Industri ITS tersebut dengan optimistis.

Pendampingan Crustea tidak berhenti pada penjualan alat semata. Nafi’ dan timnya juga mendirikan sekolah lapang tahan iklim, menggelar pelatihan adopsi teknologi, serta mendorong pemberdayaan perempuan di sektor perikanan guna menciptakan ekosistem hulu ke hilir yang inklusif.

Bacaan Lainnya

Penerapan teknologi ini terbukti membawa dampak besar. Nafi’ mencatat, angka kematian ikan dan udang berhasil ditekan hingga 50 persen. Sementara itu, biaya operasional bagi petambak yang sebelumnya bergantung pada mesin diesel merosot hingga 80 persen.

“Solusi yang kami tawarkan berhasil memberikan kontribusi lain, yakni mencegah emisi karbon hingga lebih dari 23 ribu ton karbon dioksida ekuivalen,” bebernya.

Kini, teknologi ciptaan anak bangsa ini tidak hanya beroperasi di tanah air. Crustea Indonesia telah merambah pasar internasional dengan menjalin kerja sama dan mengekspansi adopsi teknologi ke sejumlah negara seperti Filipina, India, hingga kawasan Afrika.

Bagi Nafi’, piala World Bank ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal mampu memberikan dampak luas. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dari tiga pilar almamaternya: ITS yang tangguh, berdampak, dan mendunia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan