Baterai Drone Meledak, Ruko Tujuh Lantai Terbakar: 22 Orang Tewas

Petugas PMK mengevakuasi satu dari 22 korban tewas akibat kebakaran Ruko di Cempaka Baru, Jakarta. Foto:Dok Beritajakarta
Petugas mengevakuasi 22 jenazah korban kebakaran ruko tujuh lantai di Kemayoran.

Sebanyak 22 jenazah korban kebakaran di ruko tujuh lantai Jalan Letjen Suprapto RT 01/RW 02, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, berhasil dievakuasi petugas pada Selasa (9/12) sore. Para korban terdiri atas 15 perempuan dan tujuh pria yang ditemukan dari berbagai lantai bangunan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga pukul 16.45 petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) masih mengevakuasi korban dari lantai enam. Korban ke-22 ditemukan paling akhir, terjebak sendirian di dalam lift. Saat namanya diumumkan, sang istri yang menunggu proses identifikasi disebut langsung histeris dan pingsan.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.43. Armada pertama tiba tujuh menit kemudian.

“Api pertama kali terlihat di lantai dasar ruko yang dijadikan tempat pengisian baterai drone. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40,” ujar Bayu dikutip dari  Berita Jakarta.

Bacaan Lainnya

Untuk proses penyelamatan, Gulkarmat mengerahkan 30 armada pemadam dan satu unit bronto skylift. Dari enam lantai ruko yang terbakar, 22 korban ditemukan dalam kondisi meninggal akibat kehabisan oksigen. Selain itu, 19 karyawan di bagian rooftop berhasil dievakuasi menggunakan tangga darurat.

Beberapa korban mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca saat petugas memecah jendela satu per satu, karena kaca bangunan tidak memiliki fitur bukaan. Situasi evakuasi sempat menegangkan karena sebagian korban di balkon berteriak meminta tolong, sementara warga meminta mereka untuk tidak melompat mengingat ketinggian gedung.

Di tengah proses penyelamatan, sempat terjadi keributan. Seorang pemilik ruko di samping lokasi kebakaran memarahi petugas yang membobol tembok bangunannya sebagai jalur evakuasi, hingga hampir diamuk warga.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan bahwa gedung tersebut hanya memiliki satu pintu keluar berupa rolling door, tanpa ventilasi udara di sisi kanan dan kiri karena berdempetan dengan ruko lainnya. Hal ini membuat asap cepat naik ke lantai atas dan menjebak para pekerja.

Kasus ini memperlihatkan lemahnya standar keselamatan bangunan. Menurut keterangan warga, mayoritas korban berusia 24–35 tahun, usia produktif yang kehilangan nyawa akibat minimnya sistem keamanan dan mitigasi di gedung tempat mereka bekerja.

Sementara itu, kerabat korban diminta mendatangi Rumah Sakit Polri untuk proses identifikasi yang masih berlangsung. Warga juga mengingatkan agar masyarakat tidak berhenti sembarangan atau memarkir kendaraan di jalur evakuasi saat kebakaran berlangsung, karena sempat ditemukan kendaraan yang menghalangi akses pemadaman.

Hingga kini, polisi telah mengamankan pemilik gedung. Penyebab pasti kebakaran diduga kuat berasal dari ledakan baterai drone yang terbakar di lantai dasar. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *