Bakat di bidang kesenian ini merupakan satu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh pengelola lembaga pendidikan pada umumnya. Maka dari itu, ketika MA Peradaban Dunia berhasil potensi tersebut, maka apa yang berhasil mereka capai bisa dikatakan telah melampaui ekspekstasi—yang bahkan tak pernah disinggung oleh sekolah lain. Para santri MA Peradaban Dunia tidak hanya menjadi santri penulis, penerjemah dan kreator tetapi juga kemampuan seniman lukis dan seniman perfilman.
Kelas Ekstrakurikuluer Seni Lukis dan Kaligrafi MA Peradaban Dunia terbukti berhasil melahirkan jenis kreativitas baru dalam kacamata umum santri Baitul Kilmah.
Dini Aulia Akhmad Samudra, santri sekaligus siswi kelas X MA Peradaban Dunia, misalnya, berhasil melahirkan beberapa lukisan selama masa liburan Ramadhan 1445 Hijriyah.
“Selain menulis, melukis adalah salah satu cara meluapkan perasaan yang gemar aku lakukan, karena aku menyukai bagaimana warna-warni itu bersatu menjadi suatu karya,” ujarnya, dikutip dari akun Instragram@maperadabandunia, 6/05/2024.
Tak hanya kemampuan personal di bidang seni lukis, kemampuan kolektif juga ditunjukkan di bidang pembuatan film pendek. Pada tahun 2021, siswa dan siswi MA Peradaban Dunia ikut serta dalam ajang lomba film pendek yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanegara, Jakarta Timur.
Dalam ajang tersebut, film berjudul Goresan Luka karya siswa MA Peradaban Dunia berhasil menyabet Juara I. “Anak-anak memiliki bakat yang bagus sebenarnya, bukan hanya tulis-menulis seperti santri Baitul Kilmah awal-awal,” kata Muhammad Aqib, cerpenis sekaligus pendamping proses pembuatan film pendek Goresan Luka, Senin (6/4/2024).





