ITS Uji Sensor Gempa Murah dan Prototipe Rumah Tahan Gempa di Ponorogo

Teknologi Mitigasi Gempa
Pemantauan demontrasi guncangan gempa pada prototipe bangunan tahan gempa melalui website insamo.id. (Humas ITS)

Menariknya lagi, sensor tersebut memiliki keunggulan pada biaya produksinya yang lebih rendah dibandingkan sensor sejenis yang telah ada di pasaran. Hal ini memungkinkan sensor tersebut dapat dipasang pada rumah-rumah masyarakat, sehingga peringatan gempa dapat diterima oleh penghuninya. “Sensor ini berbiaya rendah sehingga dapat dikembangkan dan diaplikasikan di berbagai rumah penduduk,” ungkapnya, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Di sisi lain, dosen Departemen Teknik Sipil ITS Ahmad Basshofi Habieb ST MT PhD bersama tim mengembangkan prototipe bangunan yang tahan gempa. Lelaki yang akrab disapa Basshofi ini menyoroti bahwa korban dan kerusakan akibat gempa justru banyak datang dari lingkungan hunian beserta penduduknya. “Prototipe ini diharapkan menjadi solusi untuk membangun rumah dan pemukiman yang lebih aman apabila saat terjadi gempa,” ujarnya.

Prototipe tersebut dibangun dua lantai menyesuaikan bangunan yang sering dijadikan hunian masyarakat. Bangunan tersebut dibangun di atas base isolator yang bekerja dengan memisahkan gerakan tanah dari struktur bangunan sehingga bangunan bergerak secara terkontrol jika menerima guncangan. Selain itu, bangunan ini juga dirancang dengan dinding hebel yang lebih tebal dan struktur atas tanpa rangka beton bertulang untuk efisiensi biaya.

Bacaan Lainnya

Ke depan, Basshofi berharap agar penelitian ini bisa dikembangkan lebih lanjut bersama dengan lembaga-lembaga lain. Menurutnya, kedua inovasi yang sudah dirancang ini harus diimplementasikan ke masyarakat luas, terutama wilayah NTT yang saat ini terdampak bencana gempa bumi, beberapa waktu lalu. “Saya berharap hasil penelitian ini dapat segera diimplementasikan agar dampak akibat gempa yang kerap terjadi di Indonesia dapat diminimalkan,” tuturnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan