ITS Berhasil Uji Coba Baterai Logam-Udara, Seperti Apa Bentuknya?

Baterai logam-udara yang diujicoba pada motor listrik, Rabu (6/3/2024). (Humas ITS)

Penelitian baterai udara telah dikembangkan ITS sejak tahun 2013. Setelah sempat berhenti, baru dilakukan kejar tayang penelitian selama kurun waktu setahun ini. Penelitian baterai logam udara ini didukung pendanaan oleh Pertamina dan Kedaireka Matching Fund ITS.

Baterai udara ini masih perlu pengembangan berkelanjutan agar dapat diadopsi lebih baik pada KLBB. Saat ini baterai masih berupa primer sehingga jika baterai habis langsung dibuang. Ke depannya, Heru ingin mengembangkan baterai sekunder, yakni baterai yang dapat dilakukan pengisian ulang. “Tak hanya itu, kami juga ingin memperkecil ukuran baterai supaya bisa lebih mudah dimasukkan ke dalam kendaraan,” tutur Heru.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyambut hangat peluncuran baterai ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Kedaireka yang turut mendukung pendanaan agar ITS dapat memanfaatkan penelitian dengan baik,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Dia menyatakan akan memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi Baterai Al-Udara ITS. Ke depannya, tim peneliti diminta lebih kompak dalam mengembangkan KLBB dan dapat menggandeng mitra industri. “Semoga Baterai AI-Udara ITS ini dapat bermanfaat bagi kemandirian energi negeri ini,” tutupnya.◼︎

 

 

Pos terkait