Repetisi Sejarah
Ketua PCINU Amerika Serikat dan Kanada, Muhammad Izzul Haq, menilai, indikasi kedekatan PBNU dengan Pemerintah RI ini—bahkan mungkin mengandung unsur dukungan politik—adalah repetisi sejarah.
“Dulu, pas zaman Nasakom Orde Lama, NU menjadi bumper Sukarnoisme. Mendukung habis Bung Karno sembari mengimbangi penetrasi PKI,” kata pria yang akrab dipanggul Izzaq tersebut, Kamis, 26 Oktober 2023.
Menurut dia, sejarah zaman Sukarno itulah yang berulang saat ini. NU, kata dia, menjadi bumper “Jokowisme”. Mendukung Jokowi sembari mengimbangi penetrasi PDIP.
“Sebenarnya tidak ada yang perlu diherankan, dan makin menambah pemakluman (terkait kedekatan PBNU dengan Pemerintah),” lanjut Izzaq.
Menurut Izzaq, memang begitulah NU. “(NU) sedang di fase pragmatisme. Tapi, ya begitulah, bahtera besar NU harus diselamatkan,” pungkasnya.
Wijdan
–Foto Utama: Ketua Umum PBNU Yahya Choil Staquf dan Presiden Jokowi dalam acara perayaan 1 Abad NU di Gelora Delta, Sidoarjo, 7 Februari 2023, (Dok. Istimewa)–





