“Seperti sudah seringkali saya sampaikan, NU tidak boleh jadi kompetitor di dalam dinamika yang ada. PBNU juga tidak akan menempatkan diri dalam salah satu pihak selama kompetisi berlangsung,” kata Yahya, dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat, 15 September 2023.
Yahya juga menegaskan bahwa PBNU tidak mendukung salah satu calon presiden dan calon wakil presiden. “Apakah ada rapat membicarakan dukungan kepada calon? Saya pastikan tidak akan ada,” tegas Yahya.
Menurut dia, PBNU tidak akan memberikan dukungan karena itu melanggar anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi. “Kalau kami lakukan, apa itu namanya tidak mengkhianati amanat?” kata Yahya.
Yahya juga menjelaskan, bila ada anggota PBNU yang memberikan pernyataan politik, itu urusan pribadi, tidak mewakili lembaga.
Yahya juga meminta agar bakal capres dan cawapres tidak mengatasnamakan NU dalam Pilpres 2024. “Kalau ada calon mengatasnamakan (NU), kredibilitasnya atas nama perilakunya sendiri-sendiri, bukan atas nama NU,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 2 September 2023.
Menurut Yahya, secara struktural PBNU dan kiai-kiai NU juga tidak akan memberikan dukungan kepada calon tertentu.“Kalau ada klaim kiai-kiai NU merestui, itu sama sekali tidak betul. Selama ini tidak ada pembicaraan terkait calon presiden atau wakil presiden,” katanya.
Menurut Pengamat Politik Adi Prayitno, sikap Yahya tentang netralitas NU itu sebenarnya terlihat sejak membentuk kepengurusan PBNU 2022-2026. Dalam struktur pengurusnya, Yahya merangkul semua elemen partai. Tak ada dominasi satu partai.
“Sejak awal Gus Yahya jadi Ketua Umum PBNU, dia menegaskan bahwa NU bukan alat partai tertentu. Dalam banyak hal, ini sangat merugikan PKB, yang selama ini positioning dan branding-nya sebagai partai NU,” kata Adi, dikutip Kamis, 26 Oktober 2023.
Sedangkan menurut Peneliti Indikator Politik Indonesia Adam Kamil, PBNU memang menyatakan tidak mendukung siapa pun, namun kecenderungan pilihan politik tokoh-tokoh PBNU akan tetap terlihat. Terutama setelah ada pernyataan yang mengarah pada kritik terhadap pasangan Anies Baswesan-Muhaimin Iskandar.
“Kalau bahasa publiknya tentunya netral. Tetapi, kalau dari bahasa tubuhnya, yang direpresentasikan oleh PBNU ya yang cenderung dekat dengan pemerintah,” kata Adam, dikutip Jumat, 27 Oktober 2023.





