Pemerintahan Jokowi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan NU. Salah satunya, sebagaimana sempat disinggung sebelumnya, dengan membantu pembangunan gedung UNU di Yogyakarta setinggi sembilan lantai.
“Tinggi sembilan lantai itu penting, dan saya saat itu tidak mau dinego. Harus sembilan lantai. Sebab, angka sembilan itu penting bagi NU. NU itu bintang sembilan. Sembilan itu Wali Songo. Songo itu kan sembilan,” kata Jokowi.
Jokowi juga memfasilitasi UNU agar bisa bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendirikan MBZ School of Future Studies. Presiden ingin MBZ School of Future Studies juga dibangun setinggi sembilan lantai di samping gedung UNU Yogyakarta.
Berhubung pernyataan Presiden Jokowi tersebut disampaikan di tengah tahun politik, Yahya sempat berusaha menetralisirnya. Pada pembukaan Munas dan Konbes NU itu dia juga menyampaikan bahwa PBNU tidak akan mengarahkan warga NU terkait pilihan di Pilpres 2024—kendati sempat menyatakan “NU tidak akan jauh-jauh dari Jokowi”. Akan tetapi, dia membebaskan jika ada warga nahdliyin ingin mengikut pilihan Jokowi.
“Kalau misalnya orang NU ingin ikut pilihannya Pak Jokowi, ya silakan nanya sendiri-sendiri kepada beliau. Kira-kira gitu aja,” kata Yahya.
Sementara itu, terkait GKMNU—yang diapresiasi Presiden Jokowi—PBNU mengangkat mantan Walikota Solo itu sebagai Dewan Pengampu program tersebut. Jokowi diangkat dalam kapasitasnya sebagai warga NU, bukan presiden.
Yahya mengumumkan pengangkatan tersebut melalui akun resmi Instagram PBNU pada Sabtu, 14 Oktober 2023. “PBNU angkat @jokowi sebagai Dewan Pengampu Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU),” kata Yahya, sebagaimana dikutip akun tersebut.
PBNU mendaulat Jokowi sebagai Dewan Pengampu hingga tiga tahun ke depan—berdasarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya. “SK-nya itu berlaku sampai lebih dari 2024. Berapa tahunnya saya lupa tuh, 3 atau 4 tahun saya lupa,” kata dia.





