Laporan ini juga menunjukkan bahwa di tahun 2023 pengguna media sosial memiliki minat tinggi terhadap konten video pendek. Lebih dari 50 persen pengguna sosial media lebih menyukai jenis konten video pendek (short video) saat influencer membuat rekomendasi produk atau jasa.

Sementara itu, hampir 94 persen orang Indonesia perlu melihat setidaknya 2 kali sebuah produk atau jasa dipromosikan oleh influencer sebelum memutuskan membeli.
Pada 2023, sebanyak 57,5 persen brand di Indonesia menetapkan anggaran marketing di atas Rp100 juta. Ada 55 persen brand di Indonesia yang menghabiskan 10-50 persen anggaran marketing untuk influencer marketing.
Instagram Reels dan TikTok saat ini sangat populer di kalangan pengguna media sosial di Indonesia. Uniknya, hampir 94 persen masyarakat Indonesia perlu melihat produk/jasa yang dipromosikan oleh influencer minimal 2 kali sebelum melakukan pembelian.
Mereka juga lebih terpengaruh oleh produk yang direkomendasikan oleh banyak influencer dalam jangka waktu tertentu.
Meski brand telah mengenal potensi influencer marketing, mereka masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan campaign—terutama dalam mencari influencer yang sesuai serta mengumpulkan laporan insights setelah campaign berjalan.
TikTok dan Instagram Reels adalah dua jenis platform untuk mempublikasikan konten brand dari para influencer. Laporan ini juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 83,6 persen pengguna media sosial yang lebih menyukai TikTok di 2023 dibandingkan tahun 2022.




