Guru Besar ITS Sukses Hasilkan Gas Metana Berkalori Tinggi, Aman Digunakan Kendaraan Bermotor

Tekan Emisi Karbon

Prof Bambang berharap agar teknologi yang dikembangkan bisa digunakan untuk menekan emisi karbon dioksida (CO2), dan mendukung sistem transportasi berkelanjutan. Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO2 terbesar kedua setelah pembangkit listrik. Hal tersebut terjadi karena ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil. “Padahal bahan bakar fosil semakin lama semakin mahal dan sulit didapatkan,” ungkapnya

Teknologi RDF merupakan satu dari sekian solusi dari permasalahan ini terletak pada konservasi dan renewable energy. Untuk itu, Bambang mengembangkan bidang strategis dari kedua solusi tersebut adalah bioenergi. Bioenergi sendiri merupakan pemanfaatan sumber energi dari sumber-sumber hayati yang ada. “Pemanfaatan bioenergi dapat memberi napas lega bagi dunia,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Terakhir, Manajer Science Techno Park (STP) Klaster Otomotif ITS ini berharap dengan adanya keterbaruan teknologi tersebut, emisi CO2 di dunia dapat berkurang sehingga pemanasan global pun bisa ditekan habis. Selain itu, Bambang juga berharap gagasannya ini dapat membantu semua lapisan masyarakat di dunia.

Prof Dr Bambang Sudarmanta ST MT (dua dari kiri) menjelaskan pembuatan Mobile Waste Screening and Shredding Machine untuk membuat RDF, bahan bakar motor berbahan dasar sampah.__FOTO:HUMAS ITS

Pos terkait