Empat Rekomendasi Melindungi Rafflesia
Untuk mengatasi ancaman tersebut, para peneliti merekomendasikan agar seluruh spesies Rafflesia segera dimasukkan ke dalam “Daftar Merah Spesies Terancam Punah” dari IUCN. Saat ini hanya satu yang masuk dalam daftar tersebut, yaitu Rafflesia magnifica.
Tim peneliti ini mengusulkan empat poin rencana aksi untuk pemerintah, pusat penelitian, dan organisasi konservasi:
Pertama, perlindungan yang lebih besar terhadap habitat Raflesia, menyasar populasi yang paling berisiko. Perlindungan habitat diidentifikasi sebagai satu-satunya alat terbaik untuk konservasi Rafflesia.
Asia Tenggara mempunyai hutan yang paling cepat hilang di dunia. Selain itu, banyak populasi Rafflesia yang diketahui berada dekat dengan pemukiman manusia yang terus berkembang.
Kedua, pemahaman yang lebih baik tentang keanekaragaman Rafflesia yang ada, untuk membantu pengambilan keputusan. Spesies Rafflesia diperkirakan masih belum terdokumentasikan, sementara spesies lainnya telah punah—bahkan sebelum diketahui oleh sains.
Kita tidak dapat melindungi apa yang tidak kita ketahui keberadaannya, sehingga diperlukan ekspedisi pengambilan sampel dan analisis genetik untuk memahami berapa banyak spesies Rafflesia yang sebenarnya ada.
Ketiga, mengembangkan metode agar berhasil menyebarkan Rafflesia di luar habitat aslinya. Hal ini dapat mencakup pencangkokan tanaman merambat yang terinfeksi Rafflesia ke tanaman merambat yang tidak terinfeksi untuk spesies yang kemungkinan besar akan mengalami kerusakan habitat.
Keempat, memperkenalkan inisiatif ekowisata baru untuk melibatkan masyarakat lokal dalam konservasi Rafflesia. Menyediakan pendanaan dan pelatihan bagi pemandu spesialis lokal akan menjadi cara yang efektif untuk membantu melindungi populasi Rafflesia lokal dan meningkatkan kesadaran terhadap perlunya konservasi.
