Yang paling bikin melongo adalah rendemen karkasnya. Karkas adalah persentase daging bersih setelah disembelih. Jika sapi biasa berkisar 50-an persen, Sapi Gama mampu menghasilkan karkas hingga 65 persen, bahkan ada yang tembus 68 persen. “Tulangnya kecil, tapi ototnya ganda. Jadi, dagingnya jauh lebih banyak,” jelas Prof. Ali.
Dengan keunggulan ini, Prof. Ali optimistis Sapi Gama bisa menjadi jawaban atas kebutuhan daging premium dalam negeri yang selama ini didominasi produk impor.
“Mudah-mudahan ini menjadi varian baru untuk mendukung kebutuhan daging-daging sapi premium, yang itu produk Indonesia,” harapnya. Sebuah harapan baru agar Indonesia bisa benar-benar ‘gagah’ di negeri sendiri dalam urusan pangan.***