Enam Korban Runtuhnya Jembatan Francis Scott Key Belum Ditemukan

Tim penyelamat belum berhasil menemukan 6 korban runtuhnya jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat. Foto:Tangkapan Layar The Canadian Press

BALTIMORE — Sebanyak enam pekerja konstruksi yang jatuh ke sungai Patapsco diduga tewas pascaruntuhnya Jembatan Francis Scott Key, Selasa (26/3/2024) dini hari waktu Baltimore, Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat.

Dugaan ini disampaikan oleh Wakil Presiden Eksekutif Brawner Builders, perusahaan yang menaungi enam pekerja  konstruksi Jembatan Francis Scott Key dikutip dari laman wmar2news, Kamis (28/3/2024).

Laporan sementara, upaya pencarian dan penyelamatan telah dilakukan sejak Selasa (26/3) pukul 02.00 dini hari ketika jembatan tersebut ditabrak kapal kargo penuh muatan kontainer. Tim gabungan melanjutkannya pada Rabu (27/3/2024) pagi. Namun sebanyak 6 pekerja konstruksi belum ditemukan.

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur menyebut kapal kargo tersebut bernama Dali, berlayar di bawah bendera Singapura. Mereka membawa kargo untuk Maersk, perusahaan yang berbasis di Denmark. Tujuan kapal kargo ini adalah Pelabuhan Kolombo di Sri Lanka,.

Bacaan Lainnya

Pada saat kecelakaan terjadi, jembatan sedang dalam proses konstruksi. Kondisi itu yang menyebabkan ada beberapa pekerja jatuh ke dalam air. “Jika kita bisa menghentikan lalu lintas untuk memastikan tidak ada orang di atas jembatan saat kecelakaan. Jika ada kru di atas sana, Anda harus memberi tahu mandor. Dan seluruh jembatan itu runtuh,” kata seorang petugas kepolisian.

Dua orang berhasil diselamatkan, sementara enam orang lainnya masih hilang dan diperkirakan telah meninggal dunia. Organisasi CASA mengidentifikasi seorang pekerja bernama Miguel Luna, imigran dari El Salvador yang sudah menetap di Baltimore lebih dari 19 tahun. Miguel Luna memiliki tiga orang anak.

CASA juga mengidentifikasi salah satu korban bernama Maynor Suazo Sandoval, 34 tahun, yang tinggal di daerah Owings Mills. Dia  datang dari Honduras, dan lebih dari 17 tahun menetap di Baltimore. Dia memiliki dua orang anak.

“Kami tahu bahwa mereka adalah pekerja keras, kami tahu bahwa mereka mencintai sepak bola, mencintai keluarga mereka, dan datang ke AS untuk mengejar impian mereka,” kata petugas CASA, Gustavo Torres.

Pos terkait