DHIBRA Salurkan 300 Paket Santunan untuk Korban Banjir Demak, Kudus, dan Pati di Lokasi Pengungsian Mandiri

Pengurus DHIBRA Pusat ketika menyalurkan bantuan untuk pengungsi banjir Demak, Ahad (31/3/2024). FOTO: Dok. OPSHID MEDIA
DEMAK—Banjir yang menerjang beberapa wilayah di pantai utara Jawa Tengah, terutama di Demak, Pati, dan Kudus, menimbulkan empati dari banyak pihak untuk menyalurkan santunan. Salah satunya organisasi Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah. Organisasi sosial ini bergerak menyalurkan 300 paket santunan untuk korban terdampak banjir di Demak, Pati dan Kudus, pada Ahad (31/3/2024) lalu. Yang menjadi sasaran adalah warga yang tinggal sementara di pengungsian mandiri 

Ada 300 paket santunan yang disalurkan. Tiap paket senilai Rp250 ribu, terdiri dari uang tunai Rp150 ribu dan sembako senilai Rp100 ribu. Bantuan disalurkan di Desa Ngemplik Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, pada Ahad, (31/03/2024) siang lalu.

Menurut Anggota Bidang Santunan DHIBRA, Kuswanto, santunan kali itu merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. “Santunan korban bencana ini sudah dimulai sejak awal berdirinya Organisasi DHIBRA, hingga saat ini,” kata Kuswanto, sebagaimana dilansir opshidmedia.net, Ahad (31/3/2024).

Ketika banjir menerjang beberapa kecamatan di Demak, akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan pada Februari 2024 lalu, warga Shiddiqiyyah di sekitaran Demak juga telah berinisiatif menyalurkan santunan berupa nasi bungkus dan sembako senilai Rp25 juta rupiah untuk warga terdampak banjir.

Bacaan Lainnya

Ketika banjir kedua kembali menerjang pada Maret 2024—yang lebih parah dari banjir Februari—Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah Kiai Muchtar Mu’thi dan Ketua Umum DHIBRA Nyai Sofwatul Ummah langsung memberikan arahan agar DHIBRA Shiddiqiyyah Pusat bergerak terjun ke lokasi terdampak banjir untuk menyalurkan 300 paket santunan.

Paket disalurkan ke lokasi yang kurang tersentuh oleh sebagian besar bantuan. Biasanya, bantuan hanya diletakkan di posko-posko pengungsi yang dibikin pemerintah daerah maupun institusi militer dan polri. Padahal ada juga sebagian warga yang tidak ikut mengungsi ke posko, atau mengadakan pengungsian mandiri, sehingga tak kebagian santunan yang terkonsentrasi di posko. Merekalah inilah yang menjadi sasaran santunan DHIBRA.

Pos terkait