Cium Tangan Kiai Dibilang Kuno? Justru Sunnah, Ini Dalil Haditsnya

Ilustrasi.
Tayangan Xpose Trans7 yang menyindir santri mencium tangan kiai dinilai melecehkan tradisi ta’dzim dalam pesantren. Padahal, berbagai hadits sahih menunjukkan penghormatan semacam itu justru diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan dipraktikkan para sahabatnya.

Dalam Sunan Abu Daud (3/357) disebutkan, para delegasi suku Abdil Qais turun dari tunggangan lalu mencium tangan dan kaki Rasulullah Saw.

Riwayat lain menyebut Abdullah bin Umar melakukan hal serupa usai kembali dari pasukan pengintai. Bahkan Ibnu Abbas dan Zaid bin Tsabit saling mencium tangan sebagai wujud saling menghormati, sebagaimana dicatat Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqi (19/326).

Imam Muslim pun diriwayatkan pernah memohon izin mencium kaki gurunya, Imam Bukhari. Imam al-Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan, mencium tangan karena ilmu dan kebaikan adalah amalan yang dianjurkan.

Bacaan Lainnya

Ulama besar lain, seperti al-Bajuri, al-Zaila’i, hingga Syekh Utsaimin, menyebut tindakan itu sebagai tanda tawadhu’—kerendahan hati yang terpuji.

Tradisi mencium tangan kiai bukan feodalisme, tetapi bentuk penghormatan spiritual yang berakar dari Sunnah Nabi. Ia adalah bagian dari adab dan cinta ilmu dalam khazanah Islam.

Selengkapnya di sini.

Pos terkait