Batik, Warisan Kreatif dan Ajaran Welas Asih Wali Songo

Ragam Motif Batik Nusantara. ( (Foto: alonabatik.com)

Saat para Wali Songo ingin mengajarkan nilai-nilai penting dalam Islam, seperti kewajiban menutup aurat, mereka memperkenalkan pakaian berupa kain yang memiliki corak indah, yang kemudian kita kenal sebagai batik.

Pada masa itu, banyak masyarakat yang belum menutup aurat, bahkan ada yang masih menggunakan pakaian berbahan daun. Dengan memperkenalkan batik, para Wali Songo secara halus menanamkan kesadaran pentingnya berpakaian secara Islami.

Salah satu pendekatan menarik dari para Wali Songo dalam memperkenalkan batik adalah melalui pendekatan simbolik Al-Qur’an. Mereka mengajarkan bahwa inti ajaran Al-Qur’an terangkum dalam surah Al-Fatihah, sementara inti dari Al-Fatihah terdapat dalam kalimat basmalah, dan inti dari basmalah ada pada huruf ba (ب), yang memiliki satu titik di bawahnya.

Bacaan Lainnya

Konsep ini kemudian disederhanakan dan disimbolkan dalam kata “batik” — sebuah cara yang kreatif untuk menyebarkan pengetahuan agama sambil tetap menghargai kearifan lokal.

Sejatinya makna batik (ba’-titik) yang terinspirasi dari simbolisme Al-Qur’an yakni huruf Ba’ lafadz Basmalah. Menurut Syekh Sayid Bakari al-Makki bin Sayid Muhammad Syatho ad-Dimyati menjawab pertanyaan ini dalam kitabnya Kifayatul Atqiya wa Minhajul Asyfiya; Artinya: “Ulama ahli tasawuf mengatakan, ‘Alloh menitipkan seluruh ilmunya pada huruf ba’, yaitu karena kekuasaan-Ku (bii) wujudlah segala sesuatu yang telah ada, karena kekuasaan-Ku pula terwujud sesuatu yang akan ada, dan adanya alam semesta adalah atas kekuasaan-Ku.”

Hakikatnya, para Wali Songo ingin memperkenalkan Al-Qur’an dengan cara yang mudah bagi penduduk Nusantara, mereka mengajarkan bahwa Al-Qur’an adalah Pedoman umat Islam, yang inti dari Al-Qur’an terangkum dalam surah Al-Fatihah, dan inti dari surah Al-Fatihah terdapat pada Kalimat Basmalah, dan inti dari Basmalah terangkum pada huruf ba (ب), dan huruf ba (ب) ini dibawahnya ada titiknya (نقطة). Sehingga dipermudah untuk menghafalnya dengan sebutan ba-tik (huruf ba (ب) yang cirinya ada titik satu) kemudian para Wali Songo mempopulerkan kata batik.

Pos terkait