Batik, Warisan Kreatif dan Ajaran Welas Asih Wali Songo

Ragam Motif Batik Nusantara. ( (Foto: alonabatik.com)

Di era Wali Songo, warisan Batik tetap dilestarikan bahkan menjadi media dakwah. Para Wali tidak membuang warisan ini tetapi mengubah corak dan motif untuk menghindari penggambaran unsur binatang atau manusia. Jadi motif-motif itu dilukiskan secara tidak utuh dalam motif batik.

Wali Songo menjadi pencetus motif-motif batik yang mewarnai kekayaan batik nasional hingga saat ini. Para penyebar Islam di Nusantara itu melestarikan tradisi batik dengan metabolisme kreatif, yakni mengubah dan merekonstruksi bentuk supaya sejalan dengan napas Islam. Proses mengislamkan bukan sebagai proses islamisasi, tetapi internalisasi nilai Islam dalam tradisi.

Mereka mempraktikkan strategi dakwah Kanjeng Nabi Muhammad Saw ketika berhadapan dengan budaya dan warisan Arab. Rasulullah mendakwahkan Islam bukan membuang tradisi yang ada tetapi memberikan napas Islam dalam tradisi dan budaya dengan tiga pola.

Bacaan Lainnya

Pertama, pendekatan tahmil, artinya Islam datang dengan menerima dan menyempurnakan tradisi yang sudah ada di masyarakat jahiliyah. Corak seperti ini misalnya terlihat dalam penghormatan Islam terhadap bulan-bulan yang diharamkan pertumpahan darah yang sudah ada di zaman Arab pra Islam.

Kedua, pendekatan taghyir, artinya Islam menerima tetapi merekonstruksi tradisi dengan nilai yang Islami. Dalam praktiknya, tradisi Arab pra Islam masih dilanjutkan tetapi diisi dengan nilai baru. Contoh ini misalnya dilihat dari proses haji yang tetap melaksanakan thawaf dan sai tetapi diubah maknanya bukan menyembah Latta dan Uzaa, tetapi ditujukan untuk mengagungkan Allah.

Ketiga, pendekatan tahrim, artinya Islam menghapus tradisi dan kebiasaan yang ada yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Namun, perlu diingat bahwa dalam proses penghapusan inilah Rasulullah sangat hati-hati agar tidak menimbulkan resistensi yang kuat. Misalnya pengharaman khamar yang dilakukan secara bertahap.

Islam juga ingin menghapus perbudakan yang dilakukan secara bertahap dengan cara menjadikan membebaskan budak sebagai bagian dari kafarat (sangsi) ibadah. Dakwah ala Nabi yang mengagungkan dan memberikan tempat pada kearifan lokal itulah yang diteladani Wali Songo dalam menyebarkan Islam di nusantara. Salah satunya ialah batik sebagai warisan budaya leluhur Nusantara yang harus dilestarikan.

Pos terkait