Video penangkapan Kopral Kepala Basarsyah, tersangka dalam kasus penembakan tiga polisi di Way Kanan, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Basarsyah tampak mencium kedua anaknya sebelum digiring oleh satu regu Polisi Militer TNI dengan tangan terborgol, diiringi isak tangis keluarganya.
Penangkapan Basarsyah terjadi setelah rekannya, Peltu Lubis, lebih dahulu menyerahkan diri. Keduanya diduga terlibat dalam insiden yang menewaskan Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, serta dua anggota polisi lainnya.
Hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim DVI Biddokes Polda Lampung dan Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung mengungkap luka tembak pada para korban. AKP Lusiyanto mengalami luka tembak di dada kanan, dengan proyektil peluru ditemukan di rongga dada sebelah kiri. Aipda Anumerta Petrus terkena tembakan di mata kiri, dengan proyektil bersarang di tempurung kepala.
Sementara Briptu Anumerta Ghalib mengalami luka tembak di bibir kiri; peluru menembus rongga mulut dan ditemukan di tenggorokan serta tempurung kepala. Ketiga polisi tersebut mendapat kenaikan pangkat anumerta sebagai bentuk penghormatan atas tugas yang mereka emban.
Di media sosial, reaksi keras bermunculan. Salah satu pengguna X, @UmarHasibuan, menuliskan komentar pedas: “Cuma mau bilang keluarga pembunuh ini playing victim, seolah-olah si pembunuh mau dipisahkan dari keluarganya. Pembunuh keji kepala kapolsek ditembak pakai pistol sampai mati. Dua kata buat pembunuh keji ini? Saya mulai: Biadab dan jahanam.” Cuitan itu disertai video yang memperlihatkan momen penangkapan Basarsyah.
Berikut ini tautan video tersebut: https://x.com/umarhasibuan__/status/1901851611204661639?s=61
Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat dalam penembakan polisi saat penggerebekan tempat sabung ayam di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
“Untuk nantinya apabila ada keterlibatan oknum, kita pastikan akan ada sanksi yang diberikan,” kata Eko saat dikonfirmasi Antara, Senin, 17 Maret 2025. Eko menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi untuk mencari bukti dan fakta-fakta lebih lanjut terkait kasus baku tembak yang menewaskan tiga anggota polisi tersebut.
“Terkait tentang isu yang sedang berkembang, dimohon untuk menunggu konfirmasi hasil penyelidikan/investigasi lebih lanjut,” tutup Eko.***




