Unair Jadi Tuan Rumah Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi 2026

Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia 2026
Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin. (Humas Unair)

Unair menjadi tuan rumah KPPTI 2026 pada 10–13 November. Forum ini menargetkan 1.500 peserta dan menghasilkan Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045.

Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia 2026. Forum strategis nasional ini digelar di Kampus MERR-C Unair, Surabaya, pada 10–13 November 2026.

Konferensi mengusung tema Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis. Ajang ini menjadi momentum memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan.

KPPTI 2026 menargetkan 1.500 peserta. Mereka berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta, kementerian/lembaga, hingga perguruan tinggi luar negeri, industri, asosiasi, diaspora, dan mitra internasional.

Bacaan Lainnya

Harapan Rektor Unair

Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyebut penyelenggaraan ini sebagai kehormatan. Menurutnya, Unair berkomitmen memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional.

“Unair berkomitmen untuk turut memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya, Jumat (5/11/2026).

Prof Madyan berharap gagasan dan rekomendasi forum dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata. “Berbagai gagasan, inovasi, dan hasil pembahasan dalam forum ini harapannya dapat tersampaikan kepada masyarakat luas,” imbaunya.

Rangkaian Acara dan Luaran Strategis

KPPTI 2026 menghadirkan Keynote dan Plenary Sessions soal strategi ekonomi nasional dan transformasi pendidikan. Ada pula Thematic dan Parallel Talks sebagai ruang diskusi antar perguruan tinggi.

Konferensi juga menggelar Exhibition and Pasar Seni melalui Showcase Inovasi, Live Performance, Creative Village, serta podcast bersama pembicara. Ruang ini menampilkan karya anak bangsa dan inovasi berbasis Evidence-Based Innovation with Replicable Impact.

Forum menargetkan sejumlah luaran strategis. Di antaranya penyusunan Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045, penandatanganan komitmen kolektif, dan Policy Brief tiap subtema.

Ketua Pelaksana Teknis KPPTI 2026 Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt menyebut gelaran ini menjadi praktik baik. Unair dinilai kerap berbagi manfaat kepada masyarakat dan membebaskan biaya bagi mahasiswa kurang mampu.

“Kami harap perguruan tinggi yang hadir bisa mencontoh praktik baik yang sudah Unair laksanakan. Sangat disayangkan jika tidak berlanjut dan meluas menjadi kebijakan kementerian,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan