6 Fenomena Langit November 2026: Mars-Jupiter Berdekatan hingga Supermoon

Langit malam November
Ilustrasi hujan meteor. - Pixabay

Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit timur pada 15–16 November 2026, disusul puncak hujan meteor Leonid dan supermoon pada pekan-pekan berikutnya.

Langit malam November 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit timur pada 15–16 November 2026, disusul puncak hujan meteor Leonid dan supermoon pada pekan-pekan berikutnya. Rangkaian fenomena itu dapat diamati dari Indonesia dengan mata telanjang. Sebagian besar waktu pengamatan terbaik jatuh setelah tengah malam hingga menjelang subuh.

Mengutip laman Forbes, rangkaian dibuka hujan meteor Taurid Selatan yang memuncak pada 4–5 November dan Taurid Utara pada 11–12 November. Jumlah meteor dari kedua hujan meteor itu lebih sedikit dibanding Leonid. Fase Bulan baru pada 9 November membuat langit lebih gelap menjelang puncak Taurid Utara.

Pada 15–16 November, jarak Mars dan Jupiter menyempit hingga sekitar 1,2 derajat, atau kira-kira dua kali lebar bulan purnama di langit. Kedua planet terbit lewat tengah malam di rasi Leo dan paling mudah dicari menjelang subuh di arah timur. Jupiter bersinar putih terang, sedangkan Mars lebih redup dengan warna kemerahan.

Bacaan Lainnya

Hujan meteor Leonid mencapai puncak pada malam 17 November hingga subuh 18 November. Dalam kondisi langit gelap, Leonid menghasilkan sekitar 10–15 meteor per jam dari titik radian di rasi Leo yang terbit sekitar tengah malam. Bulan pada fase kuartal pertama terbenam sekitar tengah malam, sehingga langit setelahnya relatif gelap untuk mengamati meteor. Leonid aktif sejak 6 November hingga 30 November.

Merkurius mencapai elongasi barat terbesar pada 21 November pukul 07.31 WIB, saat posisinya sekitar 20 derajat dari Matahari di langit pagi. Planet terdekat dari Matahari itu bisa dicari rendah di ufuk timur sekitar 45 menit sebelum Matahari terbit pada 20 dan 21 November. Venus yang tengah mencapai kecerahan maksimum tampak di dekatnya dan bisa menjadi patokan.

Purnama mencapai fase penuh pada 24 November pukul 21.53 WIB. Purnama ini tergolong supermoon karena terjadi saat Bulan berada dekat titik terdekatnya dengan Bumi, sehingga tampak sedikit lebih besar dan terang. Supermoon ini menjadi yang kedua dari tiga supermoon pada 2026, setelah Januari dan sebelum 24 Desember yang akan menjadi supermoon terdekat tahun ini. Malam itu, Bulan purnama juga tampak berdekatan dengan gugus bintang Pleiades.

Menjelang akhir bulan, pada 29–30 November, Bulan bergabung dengan Jupiter dan Mars di dekat Regulus, bintang paling terang di rasi Leo. Ketiganya tampak di langit timur menjelang subuh. Susunan ini menjadi kesempatan terakhir bulan ini untuk melihat Mars dan Jupiter dalam satu bidang pandang bersama Bulan.

Seluruh fenomena tersebut tidak memerlukan teleskop, kecuali untuk melihat detail permukaan planet. Lokasi yang minim polusi cahaya dengan pandangan terbuka ke arah timur memberi peluang terbaik, terutama untuk pengamatan menjelang subuh. Awan dan hujan menjadi penghalang utama, sehingga pengamat perlu memantau prakiraan cuaca setempat sebelum keluar rumah. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan