Hashim Peringatkan Rupiah Rp22.000, Data Kurs Bikin Ragu

Peringatan Hashim soal risiko pelemahan rupiah menyoroti ketidakpastian pasar keuangan Indonesia. (Ilustrasi AI)

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo memperingatkan rupiah bisa capai Rp22.000 jika MSCI turunkan status pasar. Namun kurs JISDOR justru menguat ke Rp18.128.

Peringatan keras disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Ia menyebut rupiah bisa melemah hingga Rp21.000–Rp22.000 per dolar AS jika MSCI menurunkan status pasar Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri di Jakarta, Kamis (29/10/2026). “Ini bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia,” ujar Hashim.

Namun peringatan itu berbanding terbalik dengan data aktual. Kurs JISDOR Bank Indonesia pada Kamis mencatat rupiah menguat tipis ke Rp18.128 dari sebelumnya Rp18.183.

Bacaan Lainnya

Kontras ini langsung menjadi bahan perdebatan pelaku pasar. Angka Rp22.000 dinilai sebagai level krisis moneter 1998, bukan proyeksi ekonomi terkini.

Tekanan Pasar dan Sikap Analis

Peringatan Hashim muncul di tengah tekanan berat pasar keuangan. IHSG anjlok 3,49 persen ke level 5.098 pada Kamis, terburuk di Asia.

Tekanan jual masif tercatat dengan volume 23,27 miliar lembar saham senilai Rp11,29 triliun. Hampir seluruh sektor runtuh, dipimpin perindustrian turun 4,64 persen dan barang baku melemah 4,52 persen.

MSCI sebelumnya membuka konsultasi potensi penurunan klasifikasi hingga 30 April 2027. Keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. Isu ini menekan aliran modal asing keluar dari saham dan SBN.

Sepanjang 2026 hingga 26 Oktober, penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp96,72 triliun. Sekitar Rp11,9 triliun di antaranya terjadi sejak pengumuman konsultasi MSCI pada 15 Oktober.

Sejumlah analis menilai pernyataan Hashim perlu dilihat sebagai sinyal politik. “Angka Rp22.000 adalah level krisis 1998. Menyebut angka itu di forum publik bisa memicu kepanikan yang tidak perlu,” ujar seorang analis valas di bank BUMN.

BI Belum Tanggapi, Pemerintah Akan Konferensi Pers

Hingga berita ini diturunkan, Bank Indonesia belum memberikan tanggapan resmi. Sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan kekhawatiran MSCI masih menahan aliran modal masuk.

Pemerintah belum merilis pernyataan resmi terkait peringatan Hashim. Menteri Keuangan dan Gubernur BI dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Jumat (30/10/2026) untuk merespons perkembangan pasar terkini.

Hashim, yang juga adik kandung Presiden Prabowo Subianto, mengimbau seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah antisipatif. “Kita harus bersiap. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari,” katanya, tapi tanpa merinci langkah konkret.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan