Demonstrasi anak muda di Barcelona, Spanyol, berujung kerusuhan pada Sabtu (24/10) malam. Bentrokan antara demonstran dan polisi menyebabkan sekitar 14 toko dijarah, 128 orang ditangkap, dan 15 anggota polisi terluka.
Kerusuhan terjadi di sekitar Plaça de Catalunya, pusat Kota Barcelona, setelah sekelompok anak muda terlibat bentrokan dengan polisi. Menurut pihak berwenang, sekitar seperempat dari total orang yang ditangkap merupakan anak di bawah umur.
Aksi tersebut dipromosikan melalui media sosial dengan slogan Instituts Indignats. Gerakan ini bertujuan membawa gerakan anak muda Prancis, Lycéens Indignés, ke ibu kota wilayah Catalonia.
Menurut Euro News, jumlah peserta demonstrasi mencapai sekitar 600 orang pada puncaknya.
Demonstran Bakar Tempat Sampah dan Jarah Toko
Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat ketika sejumlah kelompok anak muda, banyak di antaranya mengenakan pakaian hitam dan penutup kepala, mulai merusak fasilitas umum di jalanan.
Polisi antihuru-hara kemudian bergerak untuk mengendalikan situasi. Para demonstran berpencar ke jalan-jalan di sekitar lokasi, tetapi bentrokan terus berlanjut.
Sejumlah demonstran melempari petugas dengan batu dan benda-benda berat lainnya. Beberapa kelompok juga mendirikan barikade, membakar tempat sampah, dan memecahkan kaca jendela toko.
Polisi merespons dengan membubarkan massa secara paksa untuk mengambil kembali kendali atas kawasan tersebut.
Sekitar 14 toko dijarah. Bentrokan juga menyebabkan kerusakan pada sepeda motor, sepeda, dan halte bus.
Kerusuhan tersebut memaksa sejumlah pelaku usaha menutup toko mereka. Guardia Urbana, kepolisian kota Barcelona, turut membatasi akses menuju Plaça de Catalunya.
Layanan kereta yang berhenti di Stasiun Plaça Catalunya juga dihentikan sementara.
Wali Kota Barcelona Kecam Kerusuhan
Wali Kota Barcelona, Jaume Collboni, mengecam aksi kekerasan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota akan turut serta dalam proses hukum untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang menyebabkan kerusakan.
“Masalah ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Kami akan menuntaskannya sampai akhir,” kata Collboni.
Ia juga memperingatkan bahwa orang tua atau wali hukum anak di bawah umur yang terlibat dalam kerusuhan berpotensi menghadapi konsekuensi hukum.
Presiden Pemerintah Catalonia, Salvador Illa, turut mengecam kerusuhan tersebut dan membela tindakan polisi dalam menangani situasi.
“Melakukan demonstrasi merupakan hak demokratis,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari pelaksanaan hak tersebut.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Catalonia, Núria Parlon, menyebut insiden tersebut sebagai “kekerasan tanpa alasan dan tindakan vandalisme”.
Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan itu tidak sedang memperjuangkan tujuan yang sah.
Kedua pejabat tersebut juga menegaskan bahwa kerusuhan itu tidak berkaitan dengan kamp tenda kelompok pegiat hak atas perumahan yang telah berdiri di Plaça de Catalunya selama beberapa pekan.***
