Pemerintah Singapura meluncurkan kampanye ReadSG untuk mendorong warganya membaca buku 15 menit setiap hari dengan imbalan koin virtual yang dapat ditukar menjadi uang tunai.
Kepala Eksekutif Dewan Perpustakaan Nasional (NLB) Singapura, Melissa Tam, meresmikan gerakan ReadSG sebagai program lima tahun untuk membangun kebiasaan membaca masyarakat. Kampanye nasional ini mendorong warga membaca buku minimal 15 menit setiap hari dengan menawarkan koin virtual yang bisa ditukar menjadi uang tunai.
Melansir Straits Times dan Gadget Review, inisiatif yang terintegrasi dalam platform CrowdTask SG ini memberikan 20 koin virtual untuk satu sesi membaca harian. Pengguna membutuhkan 1.000 koin, setara 50 hari membaca, untuk mencairkan 1 dolar Singapura atau sekitar Rp13.900. Program uji coba perdana ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
NLB menyatakan insentif uang tersebut murni dirancang untuk memantik minat baca, bukan sebagai pendapatan utama. Pendukung program menilai insentif ini efektif membentuk kebiasaan baru, sementara kritikus memandang nilainya terlalu kecil untuk memikat warga yang enggan membaca.
Donasi dan Penajaman Konsentrasi
Selain memberikan imbalan personal, kampanye ini memuat program paralel bernama Read for Good. Inisiatif sosial tersebut menargetkan akumulasi 7,5 juta menit waktu membaca guna menggalang dana donasi awal sebesar 150.000 dolar Singapura atau sekitar Rp2,09 miliar.
Sebelumnya, peluncuran ReadSG yang bertepatan dengan Bulan Membaca Nasional pada 6 September lalu ini menargetkan 150.000 pengguna hingga September 2027. Peserta juga dapat meraih hadiah bonus berupa gantungan kunci edisi terbatas bila menghadiri acara khusus NLB pada September hingga November.
Ihwal latar belakang kampanye, Melissa menjelaskan bahwa masyarakat saat ini terbiasa dengan akses informasi melimpah, namun kurang mendalami isi bacaan. Menurutnya, rutin membaca teks panjang akan membantu mengasah empati, imajinasi, keterampilan berpikir kritis, serta daya konsentrasi.
Ia menyebut ketersediaan ratusan judul berita atau video ringkas membuat komitmen membaca kian penting di era modern. “Kita tahu bahwa kebiasaan dibangun melalui tindakan kecil dan konsisten. Jadi, kita mulai dengan tujuan sederhana, cukup membaca selama 15 menit sehari. Di bus, sebelum tidur, atau saat makan siang,” tuturnya. ***





