Hasil laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menyatakan ada item yang positif mengandung bakteri. Jenis bakterinya belum diumumkan.
Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Pemeriksaan dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan hasilnya telah diterbitkan sejak Senin, 7 September 2026.
Kepala Satuan Tugas MBG Sidoarjo yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Sidoarjo Ainur Rahman membenarkan ada sampel yang dinyatakan positif mengandung bakteri.
“Hasil laboratorium sudah keluar. Ada item pemeriksaan kemarin yang positif bakteri,” kata Ainur, dikutip Jumat, 11 September 2026.
Ainur belum mengungkap jenis bakteri maupun sampel makanan yang dinyatakan positif. Dari 10 item yang diperiksa, pemerintah daerah masih menunggu rangkuman teknis dari Dinas Kesehatan Sidoarjo.
“Datanya sangat teknis, jadi harus saya diskusikan dulu dengan Dinkes Sidoarjo. Nanti kalau hasil summary-nya sudah keluar, akan saya sampaikan,” ujarnya.
Hasil Diserahkan ke Polresta
Ainur mengatakan hasil uji laboratorium telah diserahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk kepentingan penyelidikan. Kepala Seksi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi meminta waktu mengenai hasil pemeriksaan itu.
Sebelumnya, sebanyak 748 santri dan pelajar sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Setelah sempat dipulangkan, 115 orang kembali dibawa ke rumah sakit karena pusing, mual, dan muntah.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah dikenai sanksi penangguhan berat selama 30 hari oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho juga diberhentikan dari jabatannya.***





