Bulog Salurkan 75 Ribu Ton Beras Premium ke Ritel

Ilustrasi. Rak beras premium yang nyaris kosong menggambarkan sulitnya konsumen menemukan komoditas tersebut di pasar ritel Indonesia. (AI)

Perum Bulog memasok beras premium ke jaringan ritel modern di sejumlah kota. Harga beras kelas atas di pasar masih berada di atas kisaran HET pemerintah.

Perum Bulog mulai menyalurkan 75 ribu ton beras premium per bulan ke jaringan ritel modern di berbagai kota. Pasokan digelontorkan ketika harga beras kelas atas masih berada di atas kisaran Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan distribusi telah menjangkau Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang.

“Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah,” kata Rizal di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Bacaan Lainnya

Dari rencana penyaluran 110 ribu ton beras selama satu bulan, 75 ribu ton berupa beras premium dan 35 ribu ton beras medium. Pasokan diberikan kepada sedikitnya 10 perusahaan ritel, antara lain Indomarco Prismatama, Sumber Alfaria Trijaya, Midi Utama Indonesia, Lion Super Indo, Hero Retail Nusantara, dan Matahari Putra Prima.

Alokasi terbesar diberikan kepada Hero Retail Nusantara sekitar 33 ribu ton, Sumber Alfaria Trijaya 25 ribu ton, dan Indomarco Prismatama 16 ribu ton. Angka itu mencakup beras premium dan medium.

Bulog menyalurkan beras premium bermerek BeeFood dengan harga Rp74.500 per kemasan lima kilogram, setara Rp14.900 per kilogram atau sama dengan HET premium Zona I. Zona I meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Harga Pasar Masih di Atas HET

Pemantauan Badan Pangan Nasional per 31 Agustus 2026 mencatat rata-rata harga beras premium nasional Rp16.084 per kilogram. HET beras premium ditetapkan Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional pada Rabu pukul 10.10 WIB menunjukkan beras kualitas super I Rp17.350 per kilogram dan kualitas super II Rp16.900 per kilogram. Klasifikasi itu tidak sepenuhnya identik dengan kategori premium dalam kebijakan HET.

Ketika inspeksi di Pasar Rawamangun, Jakarta, pada 5 September 2026, Rizal menemukan beras premium jenis pandan wangi dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik. Sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu,” kata Rizal.

Hingga 2 September 2026, Bulog telah menyerap sekitar 3,7 juta ton beras dari target empat juta ton sepanjang tahun. Persediaan di gudang Bulog dan mitra mencapai sekitar 5,4 juta ton. Persoalan yang dihadapi bukan semata ketersediaan nasional, melainkan distribusi hingga ke konsumen dengan harga sesuai ketentuan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan